Gara-gara Ini, Ekonomi RI 2022 Diramal Bisa 5%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 14 Feb 2022 15:20 WIB
Poster
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2021 tercatat tumbuh 5,02% membaik dibandingkan periode sebelumnya 3,51%.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan hal ini karena ekonomi RI terus mengalami perbaikan. Tercatat sepanjang 2021 pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69%.

Dia memprediksi ekonomi Indonesia tahun ini bisa berada di kisaran 4,7% - 5,5%. "Didukung oleh program vaksinasi yang lebih cepat dan adanya stimulus kebijakan," kata dia dalam diskusi online, Senin (14/2/2022).

Dody mengatakan karena itu struktur ekonomi perlu diperkuat. Misalnya dengan memastikan struktur neraca berjalan yang semakin kiat, manufaktur yang membaik hingga pengembangan industri hilir yang bernilai tambah lebih tinggu terutama untuk sumber daya mineral.

Menurut dia, dengan hilirisasi sumber daya mineral ini dibutuhkan untuk pembentukan industri hilir akan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi sehingga mendukung ekspor dan membuat Indonesia bisa lebih terhubung dengan supply chain global.

Selanjutnya hilirisasi industri ini juga akan mengurangi ketergantungan impor produk manufaktur yang bernilai tambah tinggi. Terakhir pengembangan industri sumber daya mineral juga akan menguntungkan transisi menuju ekonomi hijau.

"Mengingat produksi industri hilir seperti nikel menjadi input utama untuk perekonomian Indonesia," jelas dia.

Menurut Dody potensi yang bisa digali sangat besar apalagi jika diimbangi dengan komitmen pemerintah untuk memberikan insentif dalam jumlah besar. Selanjutnya potensi permintaan produk industri hilir, mulai dari electric vehicle (EV) hingga produk green energy.

Selain itu hilirisasi sumber daya mineral akan memberikan manfaat yang besar meskipun masih dibayangi dengan tantangan. Misalnya untuk konsumsi rumah tangga pada masa transisi masih perlu dicermati lebih lanjut.

Dia menambahkan pengelolaan sampah juga menjadi tantangan untuk menggerakkan ekonomi hijau. Karena itu dibutuhkan keputusan bersama dan sinergi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dody menyebut bank sentral berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sektor manufaktur dan industri hilir. "Bersama pemerintah, kami telah membuat pemetaan rinci semua subsektor manufaktur. Berdasarkan pemetaan tersebut, kami berkomunikasi dengan lembaga keuangan mengenai potensi subsektor tersebut sehingga meminimalkan informasi asimetris antara sektor riil dan sektor keuangan," jelas dia.

(kil/dna)