Pertama di 2022, Neraca Dagang RI Surplus Lagi US$ 0,93 Miliar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 15 Feb 2022 11:40 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan kinerja ekspor pada Januari 2022 lebih besar dari impor. Itu artinya, neraca dagang Indonesia masih mengalami surplus.

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto mencatat, nilai ekspor pada Januari 2022 mencapai US$ 19,16 miliar, atau tumbuh 25,31 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara secara bulanan, nilai ekspor turun dengan Desember 2021 yang mencapai US$ 22,36 miliar.

"Ekspor Januari 2022 adalah sebesar US$ 19,16 miliar, naik sekitar 25,31% dibandingkan Januari 2021," ujar Setianto dalam konferensi pers, Selasa (15/2/2022).

Sementara untuk impor, BPS mencatat, pada Januari 2022 mencapai US$ 18,23 miliar. Secara year on year atau periode yang sama tahun lalu, nilai impor melompat 36,77%. Namun, nilai ini turun secara bulanan.

"Total impor US$ 18,23 miliar atau turun 14,62% secara mtm," tuturnya.

Dengan angka tersebut, neraca perdagangan RI masih surplus US$ 0,93 miliar. Pasalnya, ekspor lebih banyak dari impor. Hal ini menambah panjang rentetan surplus perdagangan.

Berikut surplus perdagangan RI:

Januari surplus US$ 2 miliar
Februari surplus US$ 2,01 miliar
Maret Surplus US$ 1,57 miliar
April Surplus US$ 2,19 miliar
Mei Surplus US$ 2,36 miliar
Juni Surplus US$ 1,23 miliar
Juli Surplus US$ 2,59 miliar
Agustus Surplus US$ 4,74 miliar
September Surplus US$ 4,37 miliar
Oktober Surplus US$ 4,3 miliar
November Surplus US$ 3,51 miliar
Desember surplus US$ 1,02 miliar
Januari 2022 Surplus US$ 0,93 miliar



Simak Video "BPS: Industri Pengolahan Sumber Terbesar Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal VI 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)