5 Tips Menawar Mobil Bekas biar Kantong Nggak Jebol

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 22 Feb 2022 20:30 WIB
Penjualan mobil bekas saat ini mulai mengalami peningkatan penjualan.  Salah seprang penjual mobil bekas mengaku dalam 2 bulan terakhir permintaan meningkat.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Tak sedikit masyarakat Indonesia yang saat ini membutuhkan mobil untuk keperluan sehari-harinya. Namun sering kali harga mobil baru tidak sesuai dengan kondisi kantong saat ini.

Hal ini dikarenakan untuk membeli mobil baru perlu biaya cukup besar. Maka membeli mobil bekas bisa jadi opsi menarik.

Nah buat kamu yang lagi berburu beli mobil bekas tapi harga yang ditawarkan masih kemahalan, melansir dari Lifepal, berikut 5 tips menawar mobil bekas agar sesuai kantong:

1. Tes drive dulu, dan sebutkan kekurangannya ke penjual

Salah satu hal yang bisa membuat harga mobil anjlok adalah kondisi mobil tersebut. Karena itu, semakin banyak kita mengetahui kekurangan mobil bekas yang ingin dibeli, semakin besar pula kemungkinan untuk mendapat diskon.

Meski demikian kamu harus mampu mengetahui secara menyeluruh sensasi berkendara mobil tersebut. Sebagai contoh, setirnya agak getar dan kalau dilepas dalam keadaan jalan, maka mobil otomatis akan lari ke sisi kanan atau kiri.

Jika kondisinya seperti itu, besar kemungkinan kamu harus spooring ulang dan balancing ban, karena laju mobilnya sudah tidak lagi seimbang. Dari sana kamu bisa mulai menegokan kembali harga mobil tersebut

Bukan bermaksud untuk mencari-cari kekurangan, tapi lebih kepada waspada karena sekeren-kerennya mobil bekas tetap saja bukan mobil baru yang gres. Bisa jadi, mobil itu memang sudah waktunya jajan sparepart baru.

2. Jangan sungkan menawar

Setelah mobil dicoba, jangan sungkan untuk menawar kembali harga pada penjual. Terlebih bila kondisi mobil tersebut memang membutuhkan sejumlah perawatan ekstra.

Penjual tentu berharap keuntungan yang besar. Karena itu, semakin banyak kekurangan mobil tersebut yang kamu temukan seperti yang dijelaskan di poin satu. Maka semakin besar pula peluangmu untuk meminta potongan harga saat beli mobil bekas.

3. Jangan terlalu terlihat tertarik

"Wah, keren ya. Mulus banget ini, boleh saya coba masbro?" Jika reaksimu seperti ini, penjual tentu tahu bahwa kamu sudah kepincut sama mobilnya. Harga mahal pun bisa saja kamu bela-belain karena memang sudah naksir.

Bila ini terjadi, ketika kamu melakukan negosiasi, maka diskon yang diberikan penjual gak bakal terlalu signifikan. Bisa jadi cuma turun ratusan ribu atau Rp 1 jutaan saja.

Meski kamu menawarnya tipis-tipis, tetap saja si penjual akan bertahan di harga tersebut. Karena itu, cara nego mobil bekas yang tak boleh diabaikan adalah tidak terlalu memperlihatkan ketertarikanmu.

4. Ajak penjual lakukan inspeksi sebelum menawar mobil bekas

Yakin mobil bekas itu sehat-sehat saja? Gak pernah terendam banjir atau mengalami tabrakan? Ketika menerapkan cara menawar mobil bekas, jangan abaikan inspeksi mobil.

Kalau si penjual mengatakan hal itu sampai menambahkan embel-embel "dijamin terawat", ajak saja ke tempat inspeksi mobil. Saat ini banyak kok portal jual-beli mobil yang menawarkan jasa inspeksi mobil.

Seandainya si penjual menolak, tandanya cuma ada dua kemungkinan. Mobilnya memang sebenarnya bermasalah, atau dia gak mau meladenimu untuk pelayanan satu ini.

5. Kalau gak jodoh jangan dipaksakan

Ketika kamu sudah melakukan negosiasi mobil bekas incaranmu dengan cara di atas, tapi si penjual tetap kekeuh gak menurunkan harga jualnya, maka bisa jadi memang belum jodoh.

Jangan lupa bahwa salah satu patokan untuk membeli mobil bekas ini tentu saja adalah mahar alias uangnya. Jika memang uang yang kamu anggarkan masih kurang cukup untuk jadi mahar mobil ini, maka gak perlu dipaksakan deh.

Besar kemungkinan si penjual bisa saja bilang kalau, "Wah sudah ada yang antri di harga segitu tapi belum saya lepas." Atau bisa juga begini, "Saya jual santai, mana yang cocok saya lepas".

Jika kamu menerima respons seperti itu, jangan gegabah dan panik. Ingat bahwasannya mobil adalah aset yang nilainya mengalami depresiasi. Katakan saja padanya, "Ya sudah, saya ngantri di harga segini saja deh, barangkali bos berubah pikiran."

(fdl/fdl)