Kain dan Kopi RI Bisa Go Internasional, Bagaimana Caranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 23 Feb 2022 18:45 WIB
Kopi jenis arabica yang diproduksi warga Garut jadi salah satu kopi terbaik se-Asia tahun 2022. Kopi itu bahkan langsung diangkut ke Italia untuk dijual di sana
Ilustrasi Kopi RI (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Jakarta -

Kopi dan kain asal Indonesia menjadi produk yang menjadi sarana diplomasi untuk mengangkat potensi bisnis dalam negeri di pertemuan G20. Saat ini memang Indonesia memiliki ribuan jenis kain yang terhampar di wilayah Nusantara, menjadi kekayaan budaya dan identitas bangsa.

Dari cara memproduksi kain sampai dengan corak atau motif yang digoreskan di dalam kainnya, keragamannya sangat banyak, sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi. Tak heran bila produk kain-kain tersebut menjadi komoditi yang diminati banyak bangsa.

Demikian halnya dengan kopi. Dengan keragaman geografi wilayah yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Miangas hingga Rote, tanaman kopi yang tumbuh di titik-titik terbaik di tanah air menghasilkan citarasa kopi yang berbeda-beda, menjadikannya salah satu komoditas perkebunan terpenting yang juga dicari bangsa-bangsa asing.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memilih produk itu karena kedua barang tersebut sudah menjadi bisnis dan industri kopi dunia.

"Kami pilih dua komoditas itu bukan tanpa alasan. Potensi kain dan kopi untuk dikenalkan kepada negara-negara lain itu masih sangat besar. Hari ini, produksi kopi Indonesia sudah menjadi bagian dari bisnis dan industri kopi dunia. Apalagi, kita termasuk negara produsen kopi terbesar selain Brazil, Kolumbia, dan Vietnam," ujar Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso, dalam keterangannya, Rabu (23/22/2022).

Rijani mengungkapkan LPEI mendorong banyak produsen kopi di level hulu untuk ikut menikmati aroma wangi bisnis kopi dunia. Salah satunya adalah melalui program Desa Devisa untuk komoditas kopi.

Dia mengaku optimis, dengan pembinaan dan pendampingan yang tepat, sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan khususnya pada ekosistem ekspor juga dengan promosi yang lebih gencar, kain dan kopi Indonesia bisa berbicara lebih banyak di pasar internasional, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di kedua sektor tersebut.

Bersambung ke halaman selanjutnya.