Rusia Serang Ukraina, Ekspor Indonesia bakal Tertekan

ADVERTISEMENT

Rusia Serang Ukraina, Ekspor Indonesia bakal Tertekan

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Kamis, 24 Feb 2022 16:21 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang turut menyeret Amerika Serikat (AS) dan negara NATO bisa menyebabkan masalah ekspor Indonesia.

"Ketegangan ini menimbulkan tekanan dari sisi ekspor. Karena wilayah yang dilanda konflik merupakan daerah alternatif pasar ekspor yang yang cukup potensial, yakni daerah Rusia dan Eropa bagian timur," jelas Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira kepada detikcom, Kamis (24/02/2022).

Sehingga Indonesia harus melakukan strategi pencegahan. Misalnya, mengalihkan produk-produk ekspor ke negara-negara lainnya atau negara yang masih relatif aman secara geopolitik atau tidak terdampak dari konflik.

"Hal ini juga sebenarnya peluang bagi investasi untuk masuk ke Indonesia. Artinya, harus dicari cara agar potensi investasi dari Rusia dan Ukraina maupun negara-negara terdampak di Eropa Timur itu bisa mengalihkan basis produksinya masuk ke Indonesia," tambah Bhima.

Senada dengan Bhima, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menyampaikan ketegangan ini bisa mengganggu ekspor Indonesia.

Menurutnya, bila benar-benar terjadi peperangan dan eskalasinya juga naik maka akan mengalami masalah permintaan yang menurun. Karena dengan adanya konflik maka akan mengganggu rantai pasok dan distribusi.

"Jadi justru dampaknya negatif ke kita, karena akan mengganggu lalu lintas barang. Ekspor kita juga bisa terganggu. Kelangkaan-kelangkaan akan terjadi, termasuk juga tidak hanya barang ekspor kita, barang impor juga akan terganggu," ujarnya.



Simak Video "Dari Kiev hingga Kramatorsk, Ini Daerah di Ukraina yang Diserang Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT