Wapres Ungkap 4 Potensi Indonesia untuk Bangkit Pasca Pandemi

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Senin, 28 Feb 2022 20:45 WIB
Maruf Amin saat kunjungan kerja ke Jayapura
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin yakin Indonesia memiliki potensi kekuatan, bahkan modal yang kuat untuk bangkit kembali pasca pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan potensi dan modal itu ada empat. Pertama, sumber daya manusia (SDM). Jumlah generasi milenial, generasi Z dan post generasi Z saat ini mencapai 174 juta penduduk atau 64 persen lebih dari populasi Indonesia.

Dengan begitu proporsi usia kerja akan semakin besar dibandingkan bukan usia kerja. Artinya, beban usia pekerja dan lansia yang ditanggung negara akan semakin kecil. Potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta dari perubahan struktur usia penduduk semakin meningkat di masa mendatang.

Kedua, dari sisi dunia usaha. Indonesia memiliki 64 juta UMKM yang tidak saja saja menjadi bantalan ekonomi saat krisis finansial. Tapi, berpotensi menjadi penggerak pemulihan ekonomi pasca pandemi

"Meski usaha mikro dan kecil masih dominan dalam UMKM ini sangat potensial sebagai sumber pendapatan masyarakat dalam membatasi pengangguran, berkontribusi pada Produk Domestik Bruto, menaikkan devisa negara serta membuka peluang bagi investasi," ujarnya, dalam forum virtual, Senin (28/2/2022).

Ketiga, selanjutnya adalah kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia sebagai aset yang tak ternilai. Kepercayaan adalah sesuatu yang dihasilkan bukan diberikan cuma-cuma antara lain karena keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan pandemi.

Selama presidensi G20, Indonesia menjalankan misinya mengajak negara-negara mengedepankan pemulihan bersama.

"Pandemi telah mengajarkan bahwa pemulihan global tidak akan terjadi jika upaya ini tidak melibatkan semua negara di dunia, recover together. Hanya dengan pulih bersama kita dapat tumbuh semakin kuat, recover stronger," tambah Ma'ruf.

Keempat, potensi besar yang harus dioptimalkan untuk mengakselerasi kebangkitan ekonomi nasional adalah ekonomi dan keuangan syariah. Data Bank Indonesia menunjukkan secara keseluruhan sektor prioritas halal value chain mampu menopang 24,44% ekonomi nasional.

"Sektor unggulan pada halal value chain tersebut adalah pertanian, makanan halal, pariwisata ramah muslim dan fesyen muslim," paparnya.

Kinerja keuangan syariah nasional pada masa pandemi juga menguat terutama penyaluran pembiayaan dari industri jasa keuangan syariah yang tercatat tumbuh sebesar 6,218 persen year on year.



Simak Video "Momen Wapres Ma'ruf Lepas Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Jatim"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)