ADVERTISEMENT

Takut Kena Sanksi Ekonomi, Perusahaan Raksasa Pada Ngibrit dari Rusia

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2022 10:32 WIB
Rusia memperingati Hari Kemenangan atau Victory Day ke-76, Minggu (9/5). Peringatan itu diisi dengan parade militer Rusia.)
Foto: AP/Dmitri Lovetsky
Jakarta -

Sejumlah perusahaan raksasa global satu demi satu mulai meninggalkan atau menghentikan operasinya di Rusia. Hal ini dilakukan seiringan dengan sanksi yang semakin ketat setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan ke Ukraina.

Sebut saja raksasa migas, Shell, yang pada Senin (28/2) kemari telah mengumumkan akan menghentikan semua operasinya di Rusia, termasuk pengoperasian pabrik gas alam cair utama mereka di sana.

Shell mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan keluar dari operasi kilang LNG Sakhalin 2 di mana mereka memegang 27,5% saham, dan yang 50% dimiliki dan dioperasikan oleh raksasa gas Rusia Gazprom.

Shell mengatakan bahwa keputusan untuk keluar dari usaha patungan tersebut tentu akan menyebabkan kerugian. Sebab hingga akhir 2021 kemarin, Shell masih memiliki sekitar US$ 3 miliar aset tidak lancar dalam usaha ini di Rusia.

"Kami terkejut dengan hilangnya nyawa di Ukraina, yang kami sesalkan, akibat tindakan agresi militer yang tidak masuk akal yang mengancam keamanan Eropa," kata Kepala Eksekutif Shell Ben van Beurden dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (1/3/2022).

Selain Shell, ada juga sejumlah perusahaan migas dari eropa yang menghentikan seluruh pengoperasian mereka di Rusia. Di antaranya yakni BP, BASF, Chevron, Engie, ENI, Equinor, ExxonMobil, Halliburton, OMV, TotalEnergies, Uniper.

Tidak berhenti di sana, selain perusahaan-perusahaan sektor migas, ada juga sejumlah perusahaan raksasa global dari sejumlah negara yang ikut memutuskan untuk hengkang dari Rusia.

Ada Brewer Carlsberg (CARLb.CO), Japan Tobacco (2914.T) dan perusahaan minuman Coca-Cola. Sementara itu ada juga perusahaan ekspedisi UPS (UPS.N) dan FedEx Corp (FDX.N) yang menangguhkan pelayanan jasa mereka dalam dan luar negeri Rusia.

Banyak perusahaan yang "terpapar" Rusia sedang menunggu kejelasan lebih lanjut tentang sanksi Barat dan menilai dampak dari sanksi yang sudah diumumkan. Kemungkinan bila kondisi semakin buruk, bisa jadi sejumlah perusahaan ini akan ikut kabur dari Rusia seperti perusahaan-perusahaan di atas.

Simak Video 'Sanksi untuk Rusia: Gagal ke Piala Dunia, Dicoret dari Liga Europa':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT