ADVERTISEMENT

Investasi Korea di RI Makin Menjamur, Begini Datanya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2022 17:15 WIB
ilustrasi investasi
Foto: iStock
Jakarta -

Investasi para perusahaan Korea Selatan (Korsel) di Indonesia semakin menjamur. Beberapa perusahaan mulai masuk dengan berbagai cara.

Salah satunya yang dilakukan KB Kookmin Bank yang masuk ke PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP). Kini perusahaan pun melanjutkan ekspansi bisnis dengan mengembangkan segmen Korean Link Business seiring dengan semakin maraknya perusahaan Korea Selatan berinvestasi di Indonesia.

"KB Bukopin, yang didukung KB Kookmin Bank selaku pemegang saham pengendali perseroan dan induk perusahaan, berinisiatif mengembangkan bisnis Korean Link Business yang memfokuskan perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia serta di luar negeri," ujar Presiden Direktur KB Bukopin Chang Su Choi, Selasa(1/3/2022).

Chang Su Choi menjabarkan ekspansi bisnis KB Bukopin ini mencakup penyaluran kredit (lending) dan penghimpunan dana (funding) kepada perusahaan Korea Selatan. Perseroan berhasil memperoleh kepercayaan dari sejumlah perusahaan besar asal Korea Selatan yang berkolaborasi di Korean Link Business yang dikelola KB Bukopin ini. Perusahaan ini diantaranya adalah Lotte Group, LG Electronics, Hyundai, Hankook Tire, dan Lock & Lock.

"Pada kuartal I tahun 2022 ini, jumlah total perusahaan Korea Selatan yang telah terjaring dalam Korean Link Business itu sebanyak 51 perusahaan. Rinciannya, sebanyak 7 perusahaan dalam penyaluran kredit (lending) dan 44 perusahaan dalam penghimpunan dana (funding)," ucap Chang Su Choi.

Chang Su Choi mengatakan bahwa KB Kookmin Bank, yang merupakan bagian dari Kookmin Bank Financial Group, dikenal karena reputasinya dan berpengalaman di industri perbankan tingkat global sehingga memperoleh kepercayaan dari para nasabah.

"KB Kookmin Bank akan mentransfer pengalaman dan best practice-nya kepada KB Bukopin untuk meningkatkan seluruh lini bisnisnya, termasuk Korea Link Business yang ditargetkan sebagai pasar potensial untuk berkembang di masa mendatang," ucap Chang Su Choi menegaskan.

Manajemen KB Bukopin optimistis bisa meningkatkan segmen Korean Link Business lantaran perusahaan Korea Selatan yang berinvestasi dan berekspansi di Indonesia ini semakin atraktif. Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Korea Selatan pada 2021 sebesar US$ 1,64 miliar yang mencakupi sebanyak 2.511 proyek.

KB Bukopin pasca menggalang dana senilai Rp 7,04 triliun dari pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas Keenam (PUT VI) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue di tahun lalu itu gencar mengembangkan lini bisnis, antara lain menyediakan jasa keuangan untuk Korea Link Business, mengembangkan sistem teknologi informasi, ekspansi kredit baru berkualitas baik di segmen ritel dan link bisnis usaha kecil dan menengah (UKM), dan komersil.

Chang Su Choi mengemukakan dukungan dari seluruh pemegang saham memberikan dampak yang positif terhadap rencana dan pertumbuhan bisnis perseroan di tahun ini dan periode mendatang.

"Kami meyakini KB Bukopin akan masuk ke dalam jajaran Top 10 bank teratas di Indonesia. Target kami ini didukung oleh Kookmin Bank Financial Group sebagai salah satu Top 10 Asian Leading Financial, kolaborasi bisnis dengan para mitra, pemutakhiran sistem teknologi informasi serta kualitas pelayanan nasabah yang semakin excellent. KB Bukopin menyediakan layanan keuangan terbaik di Indonesia " ujarnya.

Pada kesempatan ini, Kim Jong Un, Korean Link Business Division Head KB Bukopin, menyebutkan perseroan sejak kuartal I-2021 telah mengaktivasi program Korean Link Business. Program bisnis ini, lanjut Kim Jong Un, berdampak terhadap pertumbuhan penghimpunan dana.

"Pada 31 Desember 2021, nilai penghimpunan dana dari Korean Link Business ini mencapai Rp 7,82 triliun, naik sebesar 395,8% dari tahun 2020, serta tingkat penyaluran kredit pada 31 Desember 2021 mencapai Rp420 miliar," ucap Kim Jong Un.



Simak Video "Pembawa Revolusi Digitalisasi Bukopin Untuk Mensejahterakan UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT