Waspada! Ada Penipuan Berkedok Survey PT Pos Indonesia

Iffa Naila Safira - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2022 20:15 WIB
Ilustrasi Penipuan
Foto: Ilustrasi Penipuan (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Tindak kejahatan bisa terjadi dimanapun dan kapanpun, kali ini beredar kabar penipuan yang mengatasnamakan PT Pos Indonesia ke beberapa masyarakat.

PT Pos Indonesia menjadi satu dari sekian kasus perusahaan ternama yang namanya dicatut oleh oknum-oknum penipuan. Contoh penipuannya adalah iming-iming 'hadiah' berupa uang jutaan rupiah atau smartphone dengan mengisi link dari Whatsapp, dan masyarakat diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening.

Pasalnya, PT Pos Indonesia sendiri juga sudah membuat pengumuman hoax yang melibatkan nama perusahaan, di beberapa akun sosial medianya seperti Instagram dan Facebook.

"Sahabat, tetap waspada terhadap berita HOAX berupa pesan WhatsApp atau tautan yang mengatasnamakan 'Pos Indonesia memberikan hadiah atau meminta sejumlah uang yang harus segera di transfer ke no. rekening Bank' ya!" tulis PT Pos Indonesia di akun resmi Instagram dan Facebook, @posindonesia.ig dan Pos Indonesia, dikutip detikcom Selasa, (1/3/2022).

Pos Indonesia juga mengumumkan untuk mengcross-check kembali kebenarannya di nomor telepon resmi Halo Pos (1500161) atau Website resmi di www.posindonesia.co.id.

"Disini dapat kami informasikan dari pihak Pos Indonesia secara resmi tidak ada informasi untuk beberapa program hadiah yang mendapatkan uang, untuk link-link tersebut mohon untuk dihindari, karena link tersebut dapat mengambil data pengisinya," ujar Customer Service Pos Indonesia, saat dihubungi detikcom ke 1500161.

CS Pos Indonesia juga menginformasikan, bahwa untuk mengirimkan detail penipuan yang diterima masyarakat ke direct massage akun Instagram resmi Pos Indonesia atau melalui email resmi Pos Indonesia.

Pos Indonesia juga meminta masyarakat untuk memperhatikan lagi penulisan 'Pos Indonesia', karena jika itu palsu penulisannya akan berbeda dengan penulisan Pos Indonesia resmi.

Melihat, masih ada masyarakat yang langsung percaya akan iming-iming 'hadiah' dari sebuah perusahaan ternama tanpa memastikannya lagi. Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi para korban penipuan di kemudian hari.

(dna/dna)