Ribut-ribut Netizen Bahas Crazy Rich Asli dan Abal-abal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 11 Mar 2022 19:00 WIB
Happy couple success in their owner small business online with package box and money
Foto: Getty Images/iStockphoto/tofumax
Jakarta -

Crazy rich sedang ramai diperbincangkan di Twitter. Netizen membahas terkait ciri-ciri crazy rich asli dan crazy rich abal-abal.

Keriuhan ini berawal ketika crazy rich asal Medan, Indra Kenz yang menjadi tersangka kasus investasi bodong Binomo.

Menurut para netizen, orang-orang kaya asli dan bisa disebut crazy rich adalah yang masuk dalam daftar orang terkaya versi Forbes. Sedangkan crazy rich palsu ciri-cirinya suka pamer harta kekayaan.

Tak cuma itu, netizen juga membandingkan kelakuan crazy rich palsu dengan orang-orang terkaya di Indonesia seperti Michael Bambang Hartono yang beberapa kali tertangkap kamera bergaya sederhana.

Michael Hartono merupakan salah orang terkaya di Indonesia dengan harta sebesar US$ 19,7 miliar. Hal ini sesuai dengan daftar majalah Forbes 'The Richest in 2021'. Michael juga menempati posisi ke 89 orang terkaya di dunia.

Lalu akun @rehue**ah*ng*l menyebut "Seumur-umur aku follow kehidupan keluarga Riady dari zaman nggak ada sosmed sampai ada sosmed. Dengar perkara pak James ke mana-mana naik helikopter dll. Tapi mereka sendiri nggak pernah flexing apa yang mereka punya dan pakai. Malah sekarang Henry Riady di IG ngeshownya project-project dia dan promo terus," tulisnya.

Kemudian Misalnya akun @han*a*d* mengungkapkan jika dia tak pernah percaya dengan orang yang mengaku crazy rich dan hobi pamer kekayaan.

"Nggak pernah percaya sama the so called 'crazy rich' yang hobi pamer harta di sosmed. They're trying to sell you something pasti, in the end itu semua trik marketing. OKB (orang kaya baru) energy is just so irritating and it spreads like a virus in era," tulisnya.

Fenomena Flexing

Pakar Bisnis Profesor Rhenald Kasali mengungkapkan jika saat ini memang terjadi fenomena flexing atau fenomena orang yang gemar pamer harta.

Dalam akun Youtubenya, Rhenald juga menyebut jika poverty screams, but welth whispers. Ini artinya orang kaya yang sesungguhnya tidak pamer.

"Jadi benar sekali bahwa orang-orang kaya itu tidak berisik, whispers. Jadi agak malu membicarakan tentang kekayaan. Jadi kalau orang masih melihat label harga, atau mempersoalkan uang berarti dia belum kaya. Jadi biasanya orang kaya diam-diam saja lah," jelasnya.

Rhenald juga menceritakan ketika dia naik pesawat dan di sampingnya ada orang yang terlihat sederhana. Tapi ternyata orang itu adalah orang terkaya di dunia ini.

"Berpakaian sangat sederhana ternyata dia adalah orang yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia," ucapnya.

Sebaliknya, banyak justru yang bukan orang kaya sesungguhnya tapi bergaya setinggi langit dan doyan pamer kekayaan.

"Kalau orang dulu menunjukkan emas di gigi, sekarang cincin batu permata yang luar biasa. Menggunakan kalung berkilauan, pakaian bermerek dengan logo yang besar-besar sekali," tutupnya.



Simak Video "Psikolog Bicara Soal Istilah 'Crazy Rich Palsu'"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)