Tahukah Kamu Sejarah Lahirnya Minyak Goreng yang Kini Langka dan Mahal?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 20 Mar 2022 07:00 WIB
Tips Masak untuk Menghemat Pemakaian Minyak Goreng
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Minyak tengah menjadi barang 'mewah' di masyarakat saat ini. Kebutuhan yang tinggi dan tidak diimbangi oleh pasokan, membuatnya mahal dan langka di pasaran.

Bicara mengenai minyak goreng tak lengkap jika bicara mengenai asal-usulnya. Lantas, kapan minyak goreng ditemukan?

Dikutip dari kidadl, Minggu (19/3/2022), minyak goreng sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Meski tak secara spesifik, namun dianggap sejak manusia memanfaatkan lemak hewan setelah mereka menemukan api sekitar tahun 25000 sebelum masehi.

Seiring berjalannya waktu, manusia kemudian menemukan minyak nabati. Sekitar 2000 sebelum masehi, orang Jepang dan China menciptakan minyak kedelai untuk menggoreng, juga minyak yang berasal dari wijen. Sementara, orang-orang Eropa di bagian selatan diyakini telah memproduksi minyak zaitun pada 4000 sebelum masehi.

Di wilayah dunia yang lain, Amerika Utara dan Meksiko disebut-sebut yang pertama-tama memanfaatkan minyak dari kacang dan biji bunga matahari. Kacang dan biji bunga matahari dipanggang, kemudian mengocoknya menjadi adonan seperti pasta. Pasta ini kemudian dimasukkan ke dalam air mendidih. Minyak yang mengapung di permukaan air selanjutnya disaring.

Sementara, orang-orang Afrika mendapatkan minyak dari daging kelapa dan inti kelapa sawit. Daging kelapa dan inti kelapa sawit diparut dan dipukul hingga menjadi bubur. Bubur tersebut kemudian direbus dengan air hingga keluar minyaknya di permukaan.

Minyak berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi. Pada tahun 1960-an, minyak jagung diciptakan. Selain itu, biji semangka dan biji anggur yang dulunya dianggap limbah juga dimanfaatkan untuk membuat minyak.

Dari berbagai komoditas minyak tersebut, minyak sawit adalah salah satu yang umum digunakan. Sumber lain seperti dikutip dari China Dialogue menjelaskan, selama ribuan tahun kelapa sawit memiliki hubungan yang dekat dengan manusia.

Ekspansi perkebunan kelapa sawit di seluruh Afrika bagian barat dan tengah setelah periode kering sekitar 2.500 tahun yang lalu. Sementara, bukti arkeologi menunjukkan bahwa buah dan inti sawit dan minyak telah menjadi bagian dari makanan Afrika Barat 5.000 tahun lalu.

Kelapa sawit tidak hanya dilindungi sebagai tanaman yang berharga. Mereka juga tumbuh pada area yang dibuka.

Desa-desa dan kamp-kamp pertanian yang terbengkalai sering kali menjadi perkebunan kelapa sawit yang menonjol. Bahkan, usia dan distribusi kelapa sawit dapat membantu dengan mudah mengidentifikasi pemukiman tua.

Hal itu mengecualikan perkebunan kelapa sawit yang didirikan abad ke-18 untuk wine kelapa sawit di Kerajaan Dahomey.



Simak Video "Menperin Klaim Produksi Minyak Goreng Curah Sudah Dekati Kebutuhan Nasional"
[Gambas:Video 20detik]