Luhut Bicara 2 Syarat Mutlak RI Bisa Jadi Negara Maju

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 26 Mar 2022 23:00 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Indonesia diperkirakan keluar dari jebakan negara pendapatan menengah atau middle income trap pada 2036. Setelah jebakan itu terlewat, RI bisa jadi negara maju.

Namun menurut Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Bisar Panjaitan untuk keluar dari jebakan itu ada dua syarat mutlak yang harus dilakukan yakni hilirisasi dan efisiensi.

"Pada 2036, Indonesia diperkirakan akan keluar dari status middle income trap dengan pertumbuhan rata-rata 5,7% pada 2025 ini. Namun itu sebenarnya kita belum maksimalkan hilirisasi dan efisiensi," tuturnya dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (PP IKA ITS) 2022, Sabtu (26/3/2022).

Luhut berharap kepada alumni ITS yang mengabdi di berbagai sektor untuk selalu memberikan sumbangsih terbaiknya. Luhut mengatakan, hilirisasi dan efisiensi penting sebagai penentu apakah Indonesia ingin keluar dari status middle income trap dan menjadi negara maju pada 2045.

"Nah ini saya kira teman-teman alumni ITS perlu tahu juga karena Anda bekerja di berbagai macam sektor. Kita mau bawa ke mana sih Indonesia ini, gitu. Jadi kalau kita mau keluar dari middle income trap dan masuk jadi negara maju pada 2045, kita harus melihat dua hal itu, yakni hilirisasi dan efisiensi," beber Luhut.

Luhut mengungkapkan, jika melihat kondisi pasca pandemi, Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan dunia. Namun menurutnya, hal ini sekaligus menjadi sebuah keuntungan agar Indonesia tidak taken for granted atas segala yang ada.

"Menurut hemat saya, ini juga 'untung' bahwa pandemi ini ada. Sehingga akal-akal kita yang selama ini taken for granted, sekarang telah terjadi perubahan sistem kesehatan, akselerasi otomasi dan digitalisasi, peningkatan peran dari AI, big data, perubahan global value chain, termasuk green recovery dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, dimana Indonesia juga menjadi champion di sana," ujar Luhut.

Luhut juga menyarankan agar ITS mengembangkan mata kuliah di bidang AI dan IT. Indonesia, lanjut Luhut, dihadapkan pada berbagai tantangan pasca pandemi dalam rangka mencapai visi menjadi negara maju pada 2045.

"Tapi yang terpenting, kita harus kompak, kita juga harus bersatu. Berbeda-beda pemikiran boleh saja. Kita satu nusa, satu bangsa, satu negara. Saya percaya ITS akan memberikan kontribusi yang luar biasa kepada negeri kita tercinta ini," ujarnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.