Diramal Amblas 10%, Ekonomi Rusia Bakal Alami Resesi Terparah!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 04 Apr 2022 11:18 WIB
Ilustrasi bendera Rusia
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Ekonomi Rusia akan terpukul karena perang dan sanksi dari Barat. Diperkirakan, ekonomi Rusia susut sampai 10% tahun ini dan menimbulkan resesi terdalam sejak awal awal 1990 menurut European Bank for Reconstruction and Development (EBRD).

Seperti dikutip dari Financial Times, Senin (4/4/2022), produk domestik bruto juga akan mendatar pada tahun 2023, dan akan mengalami pertumbuhan yang rendah dalam jangka panjang. Hal itu terjadi karena pembeli luar negeri mengurangi pembelian minyak dan gas, investor asing menghindari negara tersebut dan kaum muda berpendidikan melakukan emigrasi.

Meski demikian, sistem keuangannya sejauh ini bisa bertahan dari tindakan Barat.

"Rusia akan terpukul dan standar hidup akan terpukul," kata Kepala Ekonom EBRD Beata Javorcik.

"Tetapi mereka akan mampu mengatasi guncangan ini dalam hal stabilitas makroekonomi. Apa yang akan lebih berdampak pada Rusia adalah pertumbuhan...pertumbuhan nol tahun depan dan pertumbuhan jangka panjang yang sangat rendah," sambungnya.

EBRD mengatakan perang telah memicu kejutan pasokan terbesar sejak 1970-an, yang akan memiliki dampak parah pada negara-negara berpenghasilan rendah jauh di luar Eropa timur.

Sejumlah langkah telah diambil bank sentral Rusia sejak invasi negara itu ke Ukraina termasuk kenaikan tajam suku bunga dan penyediaan likuiditas telah membantu menstabilkan sistem keuangan. Tetapi, perusahaan energi Rusia berjuang untuk membayar utang mata uang asing karena pendapatan luar negeri menyusut. Hal itu berpotensi menyebabkan krisis keuangan yang lebih siginifikan.



Simak Video "Rudal Rusia Hantam Mal, Zelensky: Aksi Teroris Paling Berani"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)