Top! Startup Unggas Jebolan Pertamina Masuk Daftar Forbes Under 30

Zefanya Aprilia - detikFinance
Selasa, 05 Apr 2022 11:41 WIB
Startup Unggas Jebolan Pertamina Masuk Daftar Forbes Under 30
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Startup Chickin Indonesia masuk dalam daftar entrepreneur 30 dan under 30 kategori Tech Enterprise versi Majalah Forbes. Startup jebolan program Pertamuda Seed & Scale Pertamina ini mengembangkan aplikasi Smart Farm Micro Climate Controller sebagai solusi untuk peternakan ayam agar lebih produktif dan efisien.

Chickin Indonesia dinilai sebagai startup teknologi unggas pertama di Asia Tenggara dan telah berdampak pada peningkatan pendapatan bagi ratusan peternak unggas. Chickin diketahui telah bermitra di beberapa perusahaan di Jawa Tengah seperti Japfa, Charoen Pokphand, CJ group, dan 14 rumah potong hewan lainnya.

Adalah Ashab Alkahfi dan Tubagus Syailendra alumnus Universitas Brawijaya sebagai Founder Chickin Indonesia. Kedua anak muda ini berhasil mengungguli 50 tim dari 23 universitas dengan mengusung ide bisnis aplikasi Smart Farm Micro Climate Controller sebagai solusi untuk peternakan ayam agar lebih produktif dan efisien.

"Keunggulan aplikasi yang kami ciptakan adalah membantu peternak unggas agar dapat meningkatkan pendapatan mereka hingga 25%. Aplikasi yang kami gagas ini juga memungkinkan peternak menjual ayam dengan harga lebih tinggi," ungkap Ashab melalui keterangan tertulis, Selasa (5/4/2022).

Selain itu, Chickin juga menghadirkan teknologi manajemen kandang Chickin Smart Farm. Peternak diberi kemudahan dalam memonitor kebutuhan pakan, pertumbuhan ayam, mengatur suhu dan kelembaban kandang, serta mencatat seluruh kegiatan administrasi perkandangan secara digital.

Ashab mengungkapkan modal awal membangun startup itu sekitar Rp 7 juta. Chickin menganut prinsip growth hacker atau menerobos sana-sini untuk mendapatkan investor. Upaya itu kemudian membuahkan suntikan modal sebesar US$2,5 juta dari investor.

"Ini sama artinya startup kami bisa tumbuh hingga 2.000% dalam setahun," jelas Ashab.

Bukan tanpa alasan Chickin membuat aplikasi tersebut. Menurut Ashab, saat ini ayam potong menjadi salah satu komoditas yang tak pernah absen di pasaran. Peluang dari bisnis ini cukup besar bahkan produk panennya pun sering kali membanjiri pasar.

Menurutnya, ketidakseimbangan antara supply-demand selama ini diakibatkan dari panjangnya rantai pasok dari peternak hingga ke end user. Oleh karena itu, Chickin membuat teknologi manajemen kandang untuk menjawab kebutuhan yang ada di sektor peternakan ayam.

"Kami berupaya untuk meningkatkan produktivitas peternak ayam dan mendorong kebutuhan konsumsi ayam pedaging masyarakat. Jadi kami juga membantu peternak menjual hasil panennya," ujarnya.

Prestasi Chikin, kata Ashab, tak terlepas dari bantuan Pertamina yang pada tahun lalu melalui Pertamuda Seed & Scale. Ia pun turut mengucapkan terima kasih.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami, termasuk Pertamina. Dukungan Pertamina sangat impactful. Dari situ kami bisa berkembang lagi dan mendapat investor. Dan itu sangat membantu Chickin dalam perjalanannya," jelasnya.

Lihat juga Video: Pertamina Berencana Beli Minyak dari Rusia, Pengamat: Rugi Secara Diplomatik

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ang)