Merespons Jokowi, Kadin Beri Masukan Soal Kemandirian Alat Kesehatan

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Jumat, 08 Apr 2022 13:37 WIB
honoris
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal alat kesehatan (alkes) yang masih bergantung pada impor, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memberi masukan kepada pemerintah lewat hasil diskusi terfokus berjudul 'Mengapa Alat Kesehatan Indonesia Belum Mandiri Juga?' yang digelar secara daring, Jumat (8/4/2022).

Hadir membuka diskusi, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Kesehatan Charles Honoris, mengatakan fakta-fakta yang dikemukakan oleh Jokowi perlu disadari oleh seluruh pemangku kebijakan bahwa masih ada sesuatu hal yang belum tepat dalam strategi dan pelaksanaan kemandirian alkes di Indonesia. Tentu, kata dia, kondisi ini harus menjadi pemicu untuk mencari tahu penyebabnya.

"Banyak yang bertanya, 'apakah produknya tersedia, tetapi niat pemerintah untuk membeli produk dalam negeri yang tidak ada?' Atau 'apakah produknya memang tidak tersedia sehingga pemerintah terpaksa memenuhi produksi dari luar negeri?' Bila demikian, apa yang harus kita lakukan bersama untuk membuat produk tersebut tersedia?" kata Charles memantik diskusi.

Menurut Charles, pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk digali dan dicari jawabannya, karena saat ini yang berkembang justru berbagai 'framing' dan sikap 'playing victim' yang menyalahkan kelambanan industri, importir dan mafia alkes sebagai penyebab lambatnya kemandirian alkes.

"Framing dan playing victim ini harus kita tinggalkan, karena akan mengaburkan pandangan dan menjauhkan kita dari akar masalah yang sebenarnya, sehingga kita terus terjebak dalam retorika dan saling menyalahkan. Untuk itu, sebagai organisasi profesional yang menaungi dunia usaha di Indonesia, KADIN Indonesia menggelar acara ini dengan tujuan untuk mendapatkan masukan yang objektif dan profesional sebagai modal mewujudkan harapan Bapak Presiden," ujar Charles.

Dalam rangka mendapatkan jawaban-jawaban di atas, menurut Charles, ada baiknya jika Indonesia melihat pengalaman negara lain yang sudah lebih dahulu punya kemandirian alat kesehatan, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut menerapkan dua strategi umum, yaitu pembukaan jalur pemasaran dan pembentukan ekosistem alkes.

"Negara-negara tersebut memulai kemandirian dengan memiliki komitmen yang kuat untuk membeli alat kesehatan dalam negeri sebanyak mungkin dan tetap memperhatikan unsur keamanan, kualitas dan ketersediaan. Dengan terbukanya jalur pemasaran, maka ekosistem alat kesehatan nasional akan terbentuk," ujar pengusaha muda yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi Kesehatan DPR ini.

"Produsen komponen, bahan baku, sarana pengujian dan lain-lain juga akan terbentuk seiring dengan meningkatnya permintaan pasar untuk alat kesehatan dalam negeri," imbuhnya.

Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, mengungkapkan sejumlah alasan mengapa alat kesehatan Indonesia belum mandiri.

"Pertama soal industri hulu yang belum memadai. Hal ini membuat terbatasnya ketersediaan bahan baku dalam negeri," kata Rizka.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Bareskrim Bongkar Investasi Bodong Berkedok Alkes!"
[Gambas:Video 20detik]