ADVERTISEMENT

Shanghai Lockdown, Miliuner China Kelimpungan Beli Susu dan Roti

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 08 Apr 2022 22:00 WIB
Shanghai telah memberlakukan lockdown sejak akhir bulan lalu. Pusat keuangan di Negeri Tirai Bambu itu pun kini sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kota sehari-hari.
Foto: REUTERS/ALY SONG
Jakarta -

Penduduk di Shanghai mencoba berbagai cara baru untuk membeli kebutuhan sehari-hari selama lockdown akibat virus Corona (COVID-19), tak terkecuali para miliuner.

Menyadur SCMP, Jumat (8/4/2022), kota ini mencatat 19.982 kasus COVID-19 pada 7 April, membuat rekor harian untuk hari keenam berturut-turut.

Saat Shanghai lockdown, tangkapan layar sebuah pesan oleh miliuner China Kathy Xu Xin, yang meminta cara untuk membeli roti dan susu untuk keluarganya menjadi viral di aplikasi media sosial WeChat pada Kamis.

Pengusaha berusia 55 tahun yang menduduki peringkat 71 dalam Investor Modal Ventura Terbaik Dunia pada tahun 2021 oleh Forbes, itu tinggal di kompleks vila kelas atas di kota Distrik Pudong.

"Bisakah ada tetangga yang memperkenalkan saya ke grup pembeli roti? Keluarga saya memiliki banyak orang. Kami membutuhkan roti dan susu. Terima kasih," tulis pendiri dan presiden perusahaan ekuitas swasta independen Capital Today itu menulis di WeChat.

Setelah seorang tetangga berkata bahwa dia dapat menghubungkan Xu ke grup, seorang wanita bernama Fiona Yu Fang yang juga seorang investor ekuitas bertanya apakah yang mengirim pesan adalah Xu. Utas percakapan mereka pun dibanjiri komentar bercanda.

"Saya pikir hanya kami fund manager yang tidak bisa mendapatkan popok. Saya tidak menyangka Sister Xu Xin juga perlu bergabung dengan kelompok pembelian," tulis seorang pria bernama Jackey di WeChat.

"Bahkan miliarder harus berebut makanan seperti kita semua," kata orang lainnya.

"Akhirnya ada satu masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan uang," tulisnya.

Di bawah kebijakan lockdown, penduduk Shanghai telah membentuk tim untuk membuat pesanan belanja bersama secara online, lantaran sangat sulit untuk membeli makanan di aplikasi secara individual karena persaingan yang tinggi dan jumlah pekerja pengiriman menyusut. Hak itu karena banyak yang telah terinfeksi virus atau terdampak lockdown.

Xu kemudian menjelaskan di WeChat bahwa dia merasa malu karena permintaan rotinya telah beredar luas.

"Anak saya membawa teman-teman sekelasnya untuk bermain di rumah saya. Rumah kami sekarang menampung 12 orang, menimbulkan permintaan makanan yang sangat besar. Jadi saya juga akan bergabung dengan kelompok pembelian, "kata Xu. Dia menambahkan bahwa kekurangan roti dan susu telah teratasi.



Simak Video "Melihat Shanghai yang Kini Sunyi karena Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT