Menhub Bilang Tol Gratis Kalau GT Macet 1 Km, Emang Bisa?

Ilyas Fadillah - detikFinance
Kamis, 21 Apr 2022 13:37 WIB
Kendaraan dari Jakarta mengarah ke Merak terpantau padat merayap saat melewati di Gerbang Tol Cikupa, Banten, Kamis (5/5/2021). Kondisi ini bertepatan dengan Hari pertama pembatasan kendaraan mudik 2021.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berujar jika jalan tol bisa gratis bila gerbang tol macet lebih dari 1 km. Menurut budi, ini bisa menjadi semacam pekerjaan rumah bagi pengelola untuk memperbaiki kinerjanya.

Saat dihubungi detikcom, Kamis (21/4/2022), Dwimawan Heru, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga mengatakan, itu adalah sebuah tantangan.

"Kami memahami arahan tersebut, sebagai tantangan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), khususnya kami di JSMR agar menjaga kinerja pelayanan transaksi di gerbang tol," katanya.

Jasa Marga memahami arahan sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan saat mudik Lebaran. Heru mengatakan, pada praktiknya di lapangan, itu akan menjadi ranah kepolisian.

"Ini menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi kemacetan di jalan tol selama mudik 2022. Adapun pelaksanaan di lapangan nantinya akan menjadi diskresi pihak Kepolisian," ujarnya.

Selain itu, Heru menjelaskan bahwa kepadatan di gerbang tol disebabkan oleh banyak faktor. Sehingga menurutnya, arahan Budi Karya bisa dilakukan bila penyebab kepadatan adalah faktor kinerja layanan transaksi gerbang tol yang tidak memadai.

"Misalnya, kurang maksimalnya jumlah gardu operasi, jumlah petugas yang tidak memadai, atau tidak menyiapkan antisipasi peningkatan kapasitas dengan mobile reader," ujarnya.

"Selain itu, kepadatan di jalan tol bisa saja disebabkan karena faktor lain. Contohnya karena pengaturan distribusi lalu lintas di lapangan," imbuhnya.

Menurut Heru, Fungsi gerbang tol digunakan sebagai "katup" untuk mengatur derasnya lalu lintas,dari satu segmen ruas jalan ke segmen ruas jalan berikutnya dengan kapasitas lajur jalan yang lebih kecil.



Simak Video "Menhub Larang Truk Gandeng Beroperasi 2 Hari Sebelum dan Sesudah Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)