Ukraina Butuh Rp 100 T Setiap Bulan buat Benahi Kota yang Porak Poranda

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 25 Apr 2022 11:26 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Borodyanka alami nasib yang lebih mengerikan dari Bucha imbas serangan Rusia ke Ukraina. Begini kondisi di sana.
Foto: AP Photo/Efrem Lukatsky
Jakarta -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut jika negaranya membutuhkan dana US$ 7 miliar atau setara dengan Rp 100,1 triliun (asumsi kurs Rp 14.300) per bulan untuk perbaikan sarana dan fasilitas umum di negaranya.

Dikutip dari BBC hal ini disampaikan dalam pidatonya pada konferensi IMF World Bank secara virtual.

Memang, Bank Dunia memprediksi kerusakan fisik yang terjadi di Ukraina mencapai US$ 60 miliar. Zelensky dalam pidatonya menyebut jika Rusia harus dikeluarkan dari lembaga keuangan internasional termasuk Bank Dunia, IMF atau lembaga lainnya.

"Semua negara harus siap memutus hubungan dengan Rusia," kata dia dikutip dari BBC, Senin (25/4/2022).

Menanggapi hal tersebut Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengungkapkan jika IMF bisa memberikan untuk bulan pertama dan kedua.

Dia meyakini seiring berjalannya waktu, jumlah dana ini akan terus menurun. Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengungkapkan jika Rusia harus membayar biaya pembangunan kembali Ukraina setelah perang.

Hal ini setelah sejumlah negara meminta aset-aset Rusia yang disita digunakan untuk perbaikan Ukraina.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengungkapkan jika kerugian langsung dan tidak langsung di Ukraina mencapai US$ 560 miliar. Angka ini lebih dari tiga kali ukuran produk domestik bruto (PDB) Ukraina yang mencapai US$ 155,5 miliar pada tahun 2020.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengungkapkan jika kerusakan bangunan dan infrastruktur Ukraina dari invasi Rusia mencapai US$ 60 miliar. Angka ini diprediksi bisa membengkak jika perang masih berlanjut.

Pada Kamis AS telah memberlakukan sanksi lanjutan kepada kapal-kapal Rusia, kemudian Inggris menargetkan barang mewah seperti caviar, perak dan berlian dengan larangan impor dan tarif yang lebih tinggi.



Simak Video "Zelensky Terima Undangan Jokowi untuk Datang KTT G20 Bali, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)