ADVERTISEMENT

Terungkap Fakta di Balik Penyelamatan Garuda: Ada Risiko Pailit!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Apr 2022 06:30 WIB
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara International Lombok
Foto: Dadan Kuswaraharja

Selanjutnya, Panja menyetujui usulan PMN ke Garuda sebesar Rp 7,5 triliun dari cadangan pembiayaan investasi APBN 2022.

"Panja Penyelamatan Garuda Komisi VI DPR RI menyetujui usulan PMN ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 7,5 triliun dari Cadangan Pembiayaan Investasi APBN 2022, yang akan dicairkan jika PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencapai kesepakatan damai dengan krediturnya dalam PKPU," bunyi laporan tersebut.

Kemudian, Panja memahami kemungkinan adanya program privatisasi terkait restrukturisasi yang sedang dilakukan berupa konversi utang menjadi saham dan masuknya tambahan modal. Oleh karena itu, Panja meminta Kementerian BUMN terus melakukan koordinasi dengan Komite Privatisasi Pemerintah dan Kementerian/Lembaga terkait program privatisasi yang akan dilakukan selama kepemilikan negara minimal 51%.

"Panja Penyelamatan Garuda Komisi VI DPR RI memahami adanya opsi masuknya investor strategis dalam proses penyelamatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Oleh karena itu, Panja Penyelamatan Garuda Komisi VI DPR RI meminta Kementerian BUMN dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk melaporkan terlebih dahulu kepada Komisi VI DPR RI apabila investor strategis akan masuk, selama kepemilikan negara minimal 51%," tulis laporan itu.

Garuda Bisa Pailit Jika Kalah Voting

Restrukturisasi utang dilakukan untuk memperbaiki kinerja Garuda. Salah satu cara yang ditempuh ialah melalui proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

PKPU sendiri bukan tanpa risiko. Jika perdamaian gagal tercapai, maka Garuda berisiko pailit. Voting PKPU sendiri akan dilakukan pada 17 Mei 2022. Meski demikian, Martin mengatakan, manajemen Garuda optimistis proses PKPU mencapai kesepakatan.

"Kalau kalah voting, ya tentunya proses pailit. Akan tetapi, kalau laporan manajemen Garuda, mereka masih optimis bahwa PKPU akan bisa dicapai kesepakatan," katanya.

Dia juga menambahkan, beroperasinya Pelita Air tidak perlu dikaitkan dengan proses PKPU Garuda. Dia menilai, saat ini industri penerbangan perlu pemain-pemain baru.

"Menurut saya, beroperasinya Pelita Air tidak perlu ya dikaitkan dengan proses PKPU Garuda. Faktanya sekarang pasar penerbangan kita memang perlu pemain-pemain baru agar tercipta persaingan yang lebih sehat. Khususnya di segmen pasar middle, kan relatif kosong persaingan. Jadi, Pelita Air bisa masuk di segmen ini," paparnya.

Lalu siapa investor yang mau selamatkan Garuda? Lanjut di halaman berikutnya.



Simak Video "Detik-detik Pesawat Garuda Alami Turbulensi Hingga Penumpang Teriak Histeris"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT