Kala Buruh Ngotot Pakai Istora Buat Aksi 14 Mei

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 08 Mei 2022 08:29 WIB
Massa yang tergabung dalam Partai Buruh melakukan  unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di depan kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2022). Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah untuk tetap melaksanakan pemilu pada 14 Febuari 2024, meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok serta menolak Omnimbus Law UU Cipta Kerja. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Jakarta -

Partai Buruh dan Gerakan Buruh Indonesia akan tetap menggelar Perayaan atau Festival May Day di Istora Senayan pada 14 Mei 2022. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Partai Buruh Said Iqbal.

Sebelumnya, manajemen GBK menyebut pada tanggal tersebut, kompleks GBK dan Istora Senayan tengah dalam pemeliharaan.

Agenda di Istora Senayan ini merupakan kegiatan kedua setelah buruh melakukan aksi di depan gedung DPR pada pagi harinya. Sementara acara di Istora dari siang hingga sore.

"Partai Buruh dan Gerakan Partai Buruh Indonesia tetap berpendapat menjalankan dan akan menggunakan Istora Senayan (pada 14 Mei 2022) karena kami sudah mendapatkan respons dari Otoritas pemilik Kompleks GBK dan Istora Senayan (Sekretariat Negara)," katanya dalam konferensi pers, Sabtu (7/5/2022).

Kegiatan pertama pada 14 Mei, jam 10.00 hingga 12.00 WIB akan menggelar aksi di depan DPR. Kemudian, Perayaan atau Festival May Day dilanjutkan di Istora Senayan yang rencananya dilakukan mulai 13.00 hingga 17.30 WIB.

"Saya tegaskan di Istora Senayan, bukan aksi tetapi perayaan perayaan festival orasi sambutan tarian saman, paduan suara, pemutaran film, pagelaran musik. Saya ingatkan PR GBK Istora Senayan hati-hati dan bikin risil nggak mengerti masalah," tegasnya.

Keputusan akan tetap menggunakan Istora Senayan untuk perayaan May Day, karena pihak buruh mengaku telah mengirim surat dan izin dari otoritas tertinggi pemilik Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yakni Sekretariat Negara. Surat itu diajukan oleh buruh karena tidak mendapatkan respons dari manajemen GBK.

"Karena kami tidak mendapatkan respons dari manajemen Istora Senayan, maka dari itu kami mengirim surat ke otoritas tertinggi pemilik Kompleks GBK dan Istora Senayan, Sekretariat Negara. Surat KSPI kepada otoritas tertinggi Kompleks GBK itu kami ajukan 3 hari lalu karena kami tidak mendapatkan respons dari manajemen GBK," ungkapnya.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "14 Mei, Seratus Ribu Buruh Bakal Demo di Istora Senayan"
[Gambas:Video 20detik]