Bukti Masyarakat RI Masih Kuat 'Belanja'

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 08 Mei 2022 17:32 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Situasi perekonomian global masih mengalami beberapa gejolak. Meski begitu ekonomi Indonesia diyakini masih terjaga dengan daya beli masyarakat yang masih kuat.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengatakan, beberapa indikator perekonomian di awal 2022 masih tetap kuat. Hal itu, kata dia, tercermin dari kinerja sisi demand yang positif dan kekuatan produksi.

Edy mengungkapkan, dari sisi demand, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencatatkan ekspansi 6 bulan berturut-turut, dan terakhir di level 111 atau di zona optimis (>100).

"Ini menunjukkan bahwa optimisme konsumen terhadap perekonomian terjaga," kata Edy dalam keterangan resminya dikutip Minggu (8/5/2022).

Kinerja demand yang positif, terang Edy, juga ditunjukkan oleh Indeks penjualan ritel yang tumbuh 8,6% (yoy) pada Maret 2022. Menurutnya, pertumbuhan penjualan ritel yang cukup tinggi menjadi hal penting, mengingat penopang utama Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia adalah konsumsi rumah tangga.

"Tren positif pertumbuhan penjualan ritel dan IKK diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekononi di triwulan-1 2022," jelasnya.

Sementara dari sisi kekuatan produksi, lanjut Edy, terlihat dari keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur Indonesia, yang masih di zona ekspansif di level 51,3 pada Maret 2022, dan konsisten ekspansi selama tujuh bulan berturut-turut.

Selain itu, kinerja positif sisi produksi juga tampak dari utilisasi industri pengolahan, yang mendekati level sebelum pandemi, yakni 72,45% pada triwulan-I 2022. "Dengan demikian risiko inflasi ke depan dapat diminimalisir," tegasnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.