Hampir 5 Juta Lapangan Kerja di Ukraina Hilang Gara-gara Serangan Rusia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 21:15 WIB
Bangkai tank Rusia di jalanan Ukraina
Foto: Associated Press
Jakarta -

Sekitar 4,8 juta pekerjaan telah hilang di Ukraina sejak Rusia melakukan invasi pada Februari. Konflik telah menutup bisnis, memukul ekspor dan membuat jutaan orang melarikan diri berdasarkan laporan International Labour Organization (ILO).

Dikutip dari Reuters, Rabu (11/5/2022), dalam penelitian ILO dijelaskan jumlah pekerjaan yang hilang itu mencapai 30% dari tenaga kerja Ukraina sebelum invasi. Angka ini bisa naik ke 7 juta jika konflik berlanjut.

Kemudian, laporan itu menjelaskan, 3,4 juta pekerjaan bisa kembali dengan cepat jika terjadi gencatan senjata.

Perang juga telah menaikkan pengangguran di negara-negara tetangga. Kemudian, memukul ekonomi Asia Tengah di mana buruh migran di Rusia kehilangan pekerjaan dan kembali ke tempat asalnya.

"Gangguan ekonomi, dikombinasikan dengan aliran pengungsian menyebabkan kerugian besar-besaran dalam hal pekerjaan dan pendapatan," kata studi tersebut.

Negara-negara tetangga seperti Polandia dan Rumania telah menyerap sebagian besar pengungsi, diperkirakan 1,2 juta di antaranya bekerja sebelum invasi.

Sebuah konflik berkepanjangan akan memberikan tekanan berkelanjutan pada pasar tenaga kerja dan sistem kesejahteraan di negara-negara, kemungkinan menaikkan pengangguran.

"Sebagai hipotetis, menambahkan pengungsi ini untuk jumlah pengangguran akan menaikkan tingkat pengangguran di Polandia dari 3% menjadi 5,3%," katanya.

(acd/dna)