AS Usut Identitas Crazy Rich Rusia Pemilik Yacht Rp 14 Triliun

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 16 Mei 2022 19:46 WIB
MySky superyacht owned by Russias Igor Kesaev is seen in the waters of the Indian Ocean near Male, Maldives, March 4, 2022. REUTERS/Dhahau Naseem
Ilustrasi yacht milik crazy rich Rusia/Foto: REUTERS/STRINGER
Jakarta -

Di tengah upaya menyita aset miliarder Rusia yang terkena sanksi, pihak berwenang Amerika Serikat (AS) menuding ada upaya menyembunyikan nama pemilik dari aset mewah milik miliarder Rusia.

Mengutip Bloomberg, Senin (16/5/2022), aset tersebut adalah dua yacht senilai lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 14,6 triliun (kurs Rp 14.600), termasuk Scheherazade seharga $700 juta atau Rp 10,2 triliun yang terkait dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

AS mencoba menyita kapal pesiar Amadea senilai $325 juta lewat pengadilan Fiji. Dari keterangan pengadilan, pihak yang dituduh AS adalah cabang perusahaan yang didirikan untuk membantu menyembunyikan pemilik sebenarnya dari kedua kapal. Nasib Amadea sendiri ditentukan dalam sidang yang dijadwalkan berlangsung hari Rabu.

Menurut perusahaan yacht yang membentang dari Kepulauan Marshall hingga Swiss ini, pemilik dua kapal pesiar tersebut adalah mantan presiden Rosneft OJSC, Eduard Khudainatov.

Nama Khudainatov tidak terdaftar dalam list orang-orang yang terkena sanksi terkait invasi Rusia. Hanya saja AS menuduh pemilik sebenarnya dari Amadea adalah Suleiman Kerimov, yang masuk daftar sanksi dari Washington sejak 2018.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) menyatakan Khudainatov punya kedekatan dengan pihak-pihak yang terkena sanksi. Sehingga ada kemungkinan nama Khudainatov dipakai untuk menyembunyikan pemilik asli dari aset tersebut.

"Meskipun Khudainatov kaya raya, tidak mungkin rasanya ia memiliki dana untuk membeli Amadea dan Scheherazade, yang secara kolektif bernilai lebih dari $1 miliar." kata Biro Investigasi Federal AS.

Pengacara dari pemilik Amadea menulis bahwa upaya AS menyita kapal pesiar disandarkan pada desas-desus semata. Menurutnya hal tersebut tidak cukup kuat untuk membuktikan pemilik aset mewah tersebut adalah Kerimov.

(hns/hns)