Kacau! Banyak Negara Mulai Larang Ekspor Pangan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2022 12:08 WIB
An Indian farmer woman carries wheat crop after harvest at Ganeshpur village, in Sonbhadra district of Uttar Pradesh state, India, Sunday, April 11, 2021. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Foto: AP/Rajesh Kumar Singh
Jakarta -

Sektor pangan tengah menjadi isu penting global saat ini. Sebab, sejumlah negara mulai melarang ekspor produk pangan menyusul perang antara Rusia dan Ukraina.

Dikutip dari CNBC, Kamis (19/5/2022), banyak negara mulai melakukan hal yang sama yakni melarang ekspor gandum karena harganya melonjak tahun ini di mana sebagian dipicu oleh perang Rusia dan Ukraina.

Perang telah memicu lonjakan besar harga gandum di mana Rusia dan Ukraina yang merupakan pengekspor komoditas terbesar. Kedua negara tersebut menyumbang 29% dari ekspor gandum global menurut Bank Dunia. Harga gandum melonjak sekitar 6% pada hari Senin setelah India memberikan pengumuman di akhir pekan.

"Dengan harga pangan yang tinggi karena gangguan rantai pasokan terkait COVID dan hasil yang berkurang akibat kekeringan tahun lalu, invasi Rusia datang pada saat yang buruk bagi pasar pangan global," kata International Food Policy Research Institute (IFPRI) dalam catatan April.

Lembaga yang berbasis di Washington DC, Peterson Institute for International menambahkan, perang Rusia dan Ukraina memberikan dampak yang besar di kawasan itu.

"Ini juga berkontribusi pada krisis pangan global, karena Rusia memblokir ekspor pupuk yang dibutuhkan oleh petani di tempat lain, dan peran Ukraina sebagai lumbung pangan untuk Afrika dan Timur Tengah telah dihancurkan," ujarnya.

India bukanlah negara satu-satunya negara yang melarang ekspor. Selain Rusia dan Ukraina, Mesir, Kazakhstan, Kosovo, dan Serbia juga telah melarang ekspor gandum.

Lebih lanjut, banyak negara juga telah menerapkan larangan ekspor makanan lainnya karena inflasi global yang melonjak akibat krisis Ukraina. Harga telah melonjak untuk berbagai macam produk makanan lainnya berkontribusi terhadap kenaikan inflasi di seluruh dunia.

India mengatakan larangan ekspor gandum untuk mengelola keamanan pangan negara secara keseluruhan menurut laporan media lokal. Negara-negara lain juga menerapkan larangan ekspor makanan termasuk Indonesia, yang membatasi ekspor minyak sawit, bahan utama yang digunakan dalam banyak produk makanan dan non makanan. Mirip dengan India, Indonesia menyatakan perlunya memastikan ketersediaan pangan di dalam negeri, setelah inflasi pangan global melonjak ke rekor tertinggi setelah perang.

Lihat juga video 'Jokowi: Saya Minta Kesadaran Industri Minyak Sawit Penuhi Kebutuhan Negeri!':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/dna)