Konon Banjiri Pasar RI, Segini Harga Sayuran Impor

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2022 16:46 WIB
Suasana Pasar Kramat Jati Jakarta
Foto: Suasana Pasar Kramat Jati Jakarta (Shafira Cendra Arini/detik.com)
Jakarta -

Impor sayuran Indonesia mengalami lonjakan pada periode April 2022. Impor sayuran masih terus dilakukan demi memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Salah satu pusat perdagangan besar sayur-mayur dan buah-buahan di DKI Jakarta ialah Pasar Induk Kramat Jati. Terpantau oleh detikcom, Kamis (19/05/2022), komoditas impor yang menjadi andalan ialah bawang putih dan bawang bombai.

"Sebenarnya bawang putih lokal rasanya lebih enak, tapi karena ukurannya yang kecil dan tidak bisa dikupas, jadi yang dipergunakan di pasaran ialah yang impor itu," ujar Purbawa, salah seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati pada detikcom.

Bawang putih yang kita temui sehari-hari ialah barang impor yang berasal dari China. Sedangkan bawang bombai berasal dari beberapa negara seperti New Zeland, Holland, Tasmania, dan bahkan Rusia.

"Saat ini harga bawang putih di sini normal, di kisaran Rp 20 ribu per kg. Sedangkan untuk bawang bombai berada pada kisaran Rp 15 ribu per kg," ujar Purbawa.

Tidak hanya bawang-bawangan, cabai kering juga merupakan salah satu produk yang diimpor dari negara China dan India.

"Cabe kering ini di kisaran Rp 75 ribu per kg. Saya belum pernah lihat ya kalau yang lokal," ujar Aya, salah seorang pedagang di pasar tersebut.

Aya juga menambahkan kalau kebanyakan bahan-bahan yang dikeringkan seperti ini diperoleh melalui impor.

Pada jenis komoditas kacang-kacangan pun ternyata masih banyak yang berasal dari hasil impor. Salah seorang pedagang lainnya, Rifal menyatakan bahwa kacang yang dijual di tokonya kebanyakan merupakan produk impor.

"Kalau kacang hijau lokal biasanya dari Kalimantan, kalau impor asalnya dari Bhirma. Kalau kacang Tolo kalau tidak salah dari Australia. Sedangkan kacang tanah itu dari India," ujar Rifal.

Rifal menambahkan bahwa harga relatif bervariasi. Untuk kacang hijau versi impor dan lokal berada pada harga yang sama yakni Rp 25 ribu per kg. Kemudian untuk kacang tulo lokal berada di kisaran Rp 26 ribu dan yang impor di Rp 30 ribu. Sedangkan untuk kacang tanah impor berada pada harga Rp 30 ribu.

Salah seorang pedagang lainnya, Dani mengatakan bahwa tidak hanya sayuran, bumbu dapur seperti ketumbar pun harus diimpor dari luar.

"Ketumbar diimpor dari luar juga. Saya belum pernah lihat atau jarang mungkin ha melihat ketumbar lokal," ujar Dani.

Dani menambahkan bahwa biasanya ketumbar diimpor dari negara Maroko atau India, dijual dengan kisaran harga Rp 25 ribu per kg.

(dna/dna)