ADVERTISEMENT

Tarif Listrik Mau Nyusul! Ini Daftar Barang yang Sudah Naik Duluan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2022 17:04 WIB

3. Pertamax

Berlaku mulai tanggal 1 April 2022 mulai pukul 00:00 waktu setempat, BBM non subsidi gasoline RON 92 (Pertamax) disesuaikan harganya menjadi Rp 12.500 per liter (untuk daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor /PBBKB 5%), dari harga sebelumnya Rp 9.000 per liter.

"Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini pun baru dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sejak tahun 2019," jelas Irto Ginting, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero).

Penyesuaian harga ini, lanjut Irto, masih jauh di bawah nilai keekonomiannya. Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya menyatakan dengan mempertimbangkan harga minyak bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 bulan April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp 14.526 per liter, bisa jadi sekitar Rp 16.000 per liter.

Dengan demikian, penyesuaian harga Pertamax menjadi Rp12.500 per liter ini masih lebih rendah Rp 3.500 dari nilai keekonomiannya.

"Ini kita lakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat," ujar Irto.

4. PPN

Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) resmi naik 1 April dari 10% menjadi 11%. Salah satu barang yang mengalami dampak kenaikan adalah mi instan.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengakui ada kenaikan harga mi instan setelah tarif PPN 11%. Hal itu dia coba langsung di salah satu pusat perbelanjaan.

"Saya tadi beli mie instan ternyata ketika dicek dalam satu bungkus, PPN-nya itu naik Rp 25 dari 1 April dibanding 31 Maret," kata Yustinus dalam media briefing di Pulau Dua Restaurant, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022).

Yustinus menilai kenaikan itu sangat rendah jika dibanding kontribusi masyarakat jika dikumpulkan untuk menambah pendapatan negara.

"Ini luar biasa kontribusi para penggemar mie instan kepada negara, Rp 25 kalau dikalikan banyak orang jadi gede juga tapi nggak berasa. Itu dipakai buat pipis saja nggak boleh. Jadi kita bersyukur PPN ini secara diam-diam menghanyutkan karena kontribusinya tidak terasa, masyarakat hanya nambah Rp 25, Rp 20, Rp 100, tapi jika dikumpulkan semua orang Indonesia jadi gede duitnya," tuturnya.

Simak juga Video: Kisah kak Toto, Terangi Jalan Anak Autis Dengan Lukisan

[Gambas:Video 20detik]





(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT