ADVERTISEMENT

Buset! Anak Magang Ini Digaji Rp 117 Juta/Bulan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 20 Mei 2022 17:46 WIB
Close-up of couple doing finances at home
Foto: thinkstock

Ada banyak alasan mengapa beberapa pekerja magang menghasilkan lebih dari apa yang dihasilkan pekerja biasa dalam setahun. Lauren Thomas, ekonom dan ilmuwan data di Glassdoor, yang mengerjakan survei magang ini mengatakan gaji yang didapatkan para anak magang itu sebenarnya merupakan cerminan dari apa yang diperoleh para pekerja sesungguhnya.

"Ini benar-benar cerminan dari apa yang akan diperoleh pekerja magang itu nanti," kata Thomas.

Seorang pekerja magang yang menghasilkan US$ 8.000 per bulan di perusahaan teknologi atau keuangan mendapatkan upah yang kemungkinan tidak terlalu jauh dari gaji awal mereka di perusahaan yang sama.

Faktanya, menurut Thomas, menarik pekerja magang untuk bertahan adalah alasan mengapa perusahaan mengeluarkan begitu banyak uang untuk mereka. Dengan gaji besar, para perusahaan dapat langsung memberikan posisi tetap kepada para pegawai magang.

"Banyak perusahaan menggunakan program magang ini sebagai saluran, dan mereka akan mempekerjakan pekerja magang itu secara penuh waktu," ungkap Thomas.

Membayar pekerja magang dengan baik dinilai menjadi sebuah investasi besar bagi perusahaan. Hal ini justru dapat menghemat uang perusahaan untuk perekrutan dan orientasi pegawai baru.

Di sisi lain, mereka bisa mengamankan talenta terbaik. Tentunya, dengan merekrut dan menyeleksi dengan ketat para calon pekerja magang untuk mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik.



Simak Video "Eksploitasi Anak Magang Kerja Sampai Jam 2 Pagi"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT