Liputan Khusus

Arus Urbanisasi di Balik Banyaknya Orang Madura Jadi Starling di Jakarta

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 22 Mei 2022 21:00 WIB
Penjual Kopi Keliling
Foto: detikcom/Ari Saputra
Jakarta -

Profesi penjaja kopi keliling atau kerap disebut starling menjamur di Jakarta. Pagi, siang, sore, bahkan malam mereka seringkali hilir mudik di jalan-jalan Jakarta.

Mereka menjajakan sederet minuman sachetan. Mulai dari kopi hingga teh manis. Mau yang panas ataupun yang dingin. Apapun pesanan minumannya akan dengan cepat disediakan oleh 'abang-abang' starling.

Kehadiran starling bukan merupakan hal baru di Jakarta. Selama beberapa tahun terakhir, penjaja kopi keliling nampak terus-terusan menjamur di Jakarta.

Uniknya, dari hasil penelusuran detikcom, ternyata profesi starling ini didominasi oleh masyarakat suku Madura. Mereka merantau dari timur Jawa menuju ibu kota. Mengharapkan penghidupan dan rezeki yang lebih layak daripada di kampung halaman.

Menurut pengakuan beberapa starling yang ditemui detikcom, mereka sama-sama mengaku diajak oleh orang sekampungnya untuk merantau ke Jakarta. Arus urbanisasi benar-benar terjadi di balik banyaknya orang Madura yang merantau ke Jakarta untuk menjadi starling.

Rohman salah satunya, dia merantau ke Jakarta sejak tahun 2010 yang lalu, diajak oleh salah satu kawannya yang sudah lebih dulu jadi penjaja kopi keliling di Jakarta.

"Saya waktu itu diajak kawan yang ada di sini. Itu tahun 2010-an," ungkap Rohman ditemui detikcom di sela-sela kesibukannya.

Dia menuturkan, seringkali orang-orang Madura yang ada di Jakarta mengajak kawan-kawan atau saudaranya dari Madura untuk bekerja di Jakarta. Salah satunya bekerja menjadi penjaja kopi keliling.

Bahkan, tak jarang satu orang yang mudik ke Madura akan membawa 3-5 orang kawannya saat kembali ke ibu kota. Biasanya, bagi laki-laki yang sudah lulus pendidikan madrasah setingkat SMA ataupun laki-laki yang baru menikah akan diajak untuk bekerja di Jakarta.

"Jadi banyak kawan kami di sini, dagang kopi keliling begini. Nah diikuti satu dari kampung, diikuti satu lagi, satu lagi, jadi banyak lah. Jadi dia kalau pulang bisa bawa orang 5 orang,

Bahkan, dia mengaku bukan cuma di Jakarta, di kota-kota sekitar ibu kota banyak juga orang-orang Madura yang menjadi starling. "Banyak sekali bukan di Jakarta saja, di Bekasi ada, Tangerang itu di Cengkareng juga ada," tuturnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.