Airlangga Bandingkan Inflasi di RI dengan AS dan Singapura, Gedean Mana?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 17:35 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membandingkan tingkat inflasi di Indonesia dengan Singapura hingga Amerika Serikat. Hal ini diungkapkannya saat membuka Paviliun Indonesia di World Economic Forum 2022 di Davos, Swiss.

Airlangga memaparkan tingkat inflasi di Indonesia saat ini 3,47% jauh lebih rendah daripada inflasi Amerika Serikat yang mencapai 8%. Tingkat inflasi itu juga masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga Singapura yang mencapai 5%.

"Tingkat inflasi kami saat ini sekitar 3,47%. Bila dibandingkan dengan Amerika Serikat mencapai 8%, bahkan Singapura 5%," ungkap Airlangga dalam sambutannya yang ditayangkan di YouTube BKPM, Senin (23/5/2022).

Airlangga bilang secara global ada ancaman inflasi harga pangan. Banyak harga makanan meningkat lebih di berbagai negara. Semua negara mengalami hal itu termasuk Indonesia.

Beruntungnya, dampak yang dialami Indonesia dinilai Airlangga tak terlalu besar. Bahkan, selama 3 tahun terakhir dia menyebutkan Indonesia berhasil membentuk swasembada pada komoditas beras. Semua kebutuhan dipenuhi dari produksi lokal tanpa impor.

"Beruntungnya, dalam 3 tahun terakhir kami bisa melakukan swasembada pada beras. Semua kebutuhan dipenuhi secara lokal," ungkap Airlangga.

Soal dampak perang Rusia dan Ukraina, Airlangga menyebut tak terlalu besar terasa di Indonesia. Dampak perang paling terasa adalah pada pasokan gandum, Indonesia menurutnya mengimpor 40% kebutuhan gandumnya dari Ukraina. Hal itu bisa memicu kenaikan harga mie instan.

"Ini memberikan efek ke perusahaan mie instan. Bisa saja perusahaan mie instan menaikkan harga produknya. Akan ada inflasi terjadi pada mie instan, dalam 3 tahun terakhir inflasi 0%," ungkap Airlangga.



Simak Video "Airlangga Diundang Nonton Piala Dunia 2022 oleh Menkeu Qatar"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)