Di Forum Ekonomi Dunia, Bahlil Tawarkan 2 Kawasan Industri RI ke Investor

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 18:31 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah saat ini sedang mendorong Indonesia menjadi negara industri. Bahlil bilang Indonesia saat ini sedang membangun ekosistem terpadu industri produk ramah lingkungan.

Dalam pembukaan Paviliun Indonesia di World Economic Forum 2022 di Davos, Swiss, Bahlil menyodorkan dua kawasan industri terbaik di Indonesia untuk dikembangkan.

Dengan tangan terbuka, dia bilang pihaknya bakal menerima dan mengawal eksekusi investasi dari berbagai negara. "Kami siapkan dua kawasan industri terbaik yang ada di Indonesia," ungkap Bahlil dalam acara pembukaan Paviliun Indonesia yang disiarkan secara virtual, Senin (23/5/2022).

Kawasan industri yang pertama ada di Jawa Tengah, tepatnya Kawasan Industri Batang. Bahlil bilang harga tanah di Batang sangat kompetitif, belum lagi tempatnya sangat strategis dan dekat dengan berbagai infrastruktur pendukung.

"Satu, itu ada di Batang Jawa Tengah, harga tanah kompetitif, itu cuma 350 meter dari tol, ada rel kereta api, dan dekat pelabuhan. Satu jam dari Semarang. Industri ini menggunakan energi baru terbarukan dari PLN dan dapatkan sertifikat," papar Bahlil.

Kawasan berikutnya ada di Kalimantan Utara, dia mengatakan kawasan ini didesain lebih besar. Dalam catatan detikcom, kawasan industri ini seringkali disebut sebagai kawasan industri hijau terbesar di dunia. "Kedua ada Kaltara, ini kawasan didesain jauh lebih baik dan besar. Cukup luar biasa untuk dimanfaatkan," kata Bahlil.

Bahlil juga mengatakan ke depan Indonesia tak akan lagi menjadi negara pengekspor bahan mentah. Indonesia akan menjadi negara industri yang mengolah dan melakukan hilirisasi pada sumber dayanya.

Sebagai contoh, Bahlil mengatakan, Indonesia sudah menghentikan ekspor nikel. Rencananya bakal ada ekosistem baterai dan kendaraan listrik yang dibuat di Indonesia seiring dengan penyetopan ekspor nikel.

"Ada satu konsep ke depan, Indonesia ke depan tak akan lagi mengekspor bahan baku. Kami sudah mulai dari nikel, kami pengin Indonesia jadi negara industri penghasil dari proses yang ada," ungkap Bahlil.

"Nikel itu akan dijadikan ekosistem baterai mobil, hari ini sudah banyak yang masuk," ujarnya.



Simak Video "Jokowi Singgung Capaian WHO: Kita Perlu Solusi Permanen"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)