Ekonomi RI 2022 Diprediksi Kinclong, Ini Alasannya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 20:15 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2022 disebut lebih cerah dibandingkan periode sebelumnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hal ini karena mulai terlihat indikator ekonomi yang membaik.

"Indikator menunjukkan penguatan ketika memasuki kuartal II 2022. Indikator baik dari konsumsi maupun produksi masih menunjukkan tren pemulihan yang baik," kata dia dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/5/2022).

Dia mengungkapkan tercermin dari mobilitas masyarakat yang meningkat pada April 2022 yaitu per 13 Mei 2022 mencapai 18,5% dibandingkan akhir Maret 2022 sebesar 7,1%.

Untuk indeks penjualan Riil (IPR) juga tercatat naik hal ini sejalan dengan optimisme dan mobilitas masyarakat. Lalu pertumbuhan secara bulanan pada April 2022 tercatat 6,8% month on month (mom) atau lebih tinggi dari 2,6% pada Maret 2022.

Karena itu dia menilai ada potensi konsumsi yang terus meningkat. Menurut dia konsumsi saat ini adalah motor penggerak ekonomi nasional.

Menurut Sri Mulyani dengan naiknya mobilitas ini mencerminkan ketahanan dari COVID-19, meskipun masih di masa pandemi COVID-19.

Dia mengharapkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri bisa mengerek penjualan ritel periode Mei 2022.

Kemudian indeks keyakinan konsumen (IKK) tercatat 113,1 atau berada di level optimis dan berada di atas 100. Memang masih ada tekanan harga di beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi dan menahan laju konsumsi dan keyakinan masyarakat.

(kil/hns)