Keras! Orang Terkaya Dunia Ini 'Sentil' Putin

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 09:58 WIB
Infografis daftar negara sasaran balas dendam Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Infografis detikcom/Fuad Hasim)
Jakarta -

Salah satu orang terkaya di dunia memberikan kritik keras ke Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal itu ia sampaikan dalam World Economic Forum di Davos, Swiss.

Dikutip dari CNN, Rabu (25/5/2022), Soros memberikan pesan gamblang di mana invasi Rusia ke Ukraina mungkin telah menandai 'Perang Dunia Ketiga' dan Putin mesti dikalahkan sesegera mungkin untuk melestarikan peradaban.

"Bahkan ketika pertempuran berhenti, seperti yang pada akhirnya harus terjadi, situasinya tidak akan pernah kembali," kata Soros.

"Isu-isu lain yang menjadi perhatian seluruh umat manusia -- memerangi pandemi dan perubahan iklim, menghindari perang nuklir, mempertahankan institusi global -- harus mengambil kursi belakang dari perjuangan itu. Itu sebabnya saya katakan peradaban mungkin tidak akan bertahan," paparnya.

Soros juga bicara tentang China dan Rusia yang menghadirkan ancaman terbesar bagi masyarakat terbuka (open society). Dia mengatakan, masyarakat terbuka memiliki pemerintah yang bertentangan dengan masyarakat tertutup.

"(Dalam) masyarakat terbuka, aturan negara adalah untuk melindungi kebebasan individu. (Dalam) masyarakat tertutup, peran individu adalah untuk melayani penguasa negara."

Ia pun lantas menyinggung Putin dan Presiden China dan Xi Jinping. "Mereka memerintah dengan intimidasi, dan sebagai konsekuensinya mereka membuat kesalahan yang membingungkan," katanya.

Dia menunjuk China dan Rusia sebagai ancaman terbesar bagi masyarakat terbuka yang dibantu oleh perkembangan teknologi digital dan khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Secara teori, AI seharusnya netral secara politik--bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan. Namun dalam praktiknya, efeknya asimetris. AI sangat bagus dalam menciptakan instrumen kontrol yang membantu rezim represif dan membahayakan masyarakat terbuka," ujar Soros.

Selain itu, Soros juga mengkritik kebijakan lockdown 'zero COVID' yang diterapkan China. Menurutnya, hal itu akan mendorong ekonomi China terjun bebas dan membawa dampak negatif bagi ekonomi global. Di sisi lain, Soros memuji langkah Ukraina yang mempertahankan nilai-nilai barat.

"Saya pikir Ukraina hari ini memberikan layanan yang luar biasa ke Eropa dan dunia barat, dan untuk membuka masyarakat dan kelangsungan hidup kita, karena mereka berjuang melawan yang kita lawan," kata Soros.

Simak juga Video: Penggilingan Gandum Ukraina Beroperasi Lagi Setelah Ditinggal Rusia

[Gambas:Video 20detik]




(acd/dna)