Dapat Banyak Tugas Khusus dari Jokowi, Luhut Ungkap Alasannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 12:26 WIB
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seringkali mendapatkan tugas tambahan dari Presiden Joko Widodo. Terbaru, dia diminta ikut ambil bagian mengurus tata kelola minyak goreng.

Luhut pun bercerita alasan Jokowi sering memberikannya tugas tambahan. Menurutnya, dia bisa mendapatkan kepercayaan untuk mengurusi banyak hal lantaran mampu untuk mengkoordinasikan pekerjaan secara terintegrasi. Bahkan, hal itu sudah dilakukannya sejak masih menjadi tentara di Kopassus TNI Angkatan Darat.

Bukan mau jadi menteri segala urusan, Luhut bilang selama ini dirinya hanya menerima tugas dari Jokowi sebagai atasan.

"Pengalaman itu, dari skala kecil membawa ke pekerjaan saya sekarang. Saya bisa membuat semua pekerjaan itu dari Presiden terintegrasi kepada saya. Orang tidak sadar. Orang pikir ini mau menteri segala macam, padahal nggak," ungkap Luhut dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang disiarkan virtual melalui YouTube, Rabu (25/5/2022).

Di sisi lain, Luhut bilang sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, tugasnya memang banyak selama ini. Urusan Kemaritiman saja, dia bercerita harus mengkoordinasikan urusan kelautan dengan banyak pihak. Apalagi, faktanya 70% wilayah Indonesia adalah laut menurutnya.

"Saya hanya menteri Koordinator Bidang Maritim, kan itu luas. 70% lebih Indonesia laut. Itu orang lupa, pengamat dan angkatan darat juga tak sadar itu," kata Luhut.

Seperti diketahui, selain tugas tambahan mengurus minyak goreng, Luhut sempat mendapat banyak tugas penting dari Jokowi. Salah satu yang besar adalah dia diberikan mandat menjadi panglima urusan COVID-19 di Jawa-Bali. Sejak tahun 2021, dia diminta menjadi Koordinator PPKM Jawa Bali.

Dia juga seringkali ditunjuk sebagai ketua dewan dan tim gerakan nasional di berbagai sektor. Misalnya saja, Ketua Tim Gerakan Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan Danau Nasional, Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), dan juga Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional.

Luhut juga seringkali mengisi jabatan sementara di posisi setingkat menteri. Di 2016 dia sempat menjabat Plt. Menteri ESDM setelah Archandra Tahar diberhentikan secara hormat karena masalah kewarganegaraan.

Di tahun 2020 dia pun sempat jadi Menteri Perhubungan Ad Interim mengganti Budi Karya Sumadi yang terjangkit COVID-19 dan butuh penanganan medis secara insentif.

Luhut juga pernah menjabat sementara sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Hal itu setelah menteri sebelumnya, Edhy Prabowo dipecat karena terlibat kasus korupsi ekspor benih lobster.

(hal/das)