Lagi Diguncang Bubble Burst, Ini Daftar Startup Lakukan PHK Massal

ADVERTISEMENT

Lagi Diguncang Bubble Burst, Ini Daftar Startup Lakukan PHK Massal

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Kamis, 26 Mei 2022 15:45 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Perusahaan rintisan atau startup menjadi perbincangan hangat dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya beberapa startup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya secara besar-besaran.

Terjadinya PHK di startup belakangan ini disebut-sebut ada kaitannya dengan fenomena ledakan gelembung atau bubble burst yang terjadi di startup. Sesuai namanya, bubble burst bisa dikatakan adalah fenomena pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan nilai pasar naik sangat cepat, terutama pada nilai aset. Tapi juga diiringi penurunan yang cepat.

Perusahaan rintisan mana saja yang melakukan PHK dalam waktu belakangan? Berikut daftarnya.

LinkAja

Terbaru, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja yang melakukan PHK kepada ratusan karyawan. Hal itu dilakukan karena kebijakan perusahaan yang melakukan perubahan signifikan dalam penyesuaian bisnis.

Head of Corporate Secretary Group LinkAja, Reka Sadewo mengatakan LinkAja sebagai perusahaan startup terus melakukan penyesuaian bisnis untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang sehat, positif dan optimal. Dampaknya terdapat reorganisasi Sumber Daya Manusia (SDM) atau karyawan.

"Menjawab tantangan ini memang akan ada beberapa perubahan signifikan yang akan dilakukan LinkAja, terutama berkaitan dengan fokus dan tujuan bisnis perusahaan. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh pada beberapa aspek operasional perusahaan, salah satunya adalah reorganisasi SDM," kata Reka kepada detikcom, Selasa (24/5/2022).

Zenius Education

Begitu pun Zenius Education melakukan PHK terhadap lebih dari 200 karyawan. Hal itu akibat bisnis yang dijalani terdampak kondisi ekonomi saat ini.

"Setelah melalui evaluasi dan review peninjauan ulang komprehensif, Zenius mengumumkan bahwa lebih dari 200 dari karyawan harus meninggalkan Zenius," kata manajemen startup bidang pendidikan ini.

Fabelio

Fenomena startup mem-PHK karyawannya bukan hal baru. Jauh sebelumnya juga terjadi di Fabelio. Startup di bidang furniture ini dikabarkan telah memaksa puluhan karyawan resign jika ingin gajinya dipenuhi. Sayangnya setelah memutuskan untuk keluar, beberapa pekerja di antaranya juga haknya belum dipenuhi.

Cerita itu dibagikan oleh salah satu akun di Twitter. Karyawan yang berhasil 'dipaksa' resign dan sudah mendapatkan pekerjaan baru juga tidak segera dilunasi gajinya.

"Pas ditanya balik kapan pelunasan buat yg udh resign duluan dn staff2 yg masih aktif, jawabannya ya seperti biasanya~ nanti akan diinfokan kembali updatenya~ lalala. Yg udah ngajuin resign duluan before this day dan dapet tempat kerja baru akan dikesampingkan dulu pelunasan penggajiannya. Pas ditanya alasannya apa, mereka bilang "setidaknya udh ada pemasukan baru dr company barunya," tulis akun @ta**ek*um dikutip detikcom, Selasa (14/12/2021).

"Cuma takut aja mereka lepas tanggung jawab sama yang udah ngajuin resign duluan dan pada akhirnya janji hanya sekedar janji," tambahnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT