ADVERTISEMENT

Katanya RI Negara Agraris, Harga Sayur hingga Telur Kok Mahal?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 30 Mei 2022 07:30 WIB
Jelang Natal dan Tahun Baru, harga pangan di Pasar Kosambi, Kota Bandung, mengalami kenaikan. Kenaikan signifikan terjadi pada telur ayam.
Katanya RI Negara Agraris, Harga Sayur hingga Telur Kok Mahal?/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena hasil produk pertaniannya. Namun kenyataannya berbanding terbalik dengan kondisi harga sayur di dalam negeri yang kian hari kian mahal.

Para pedagang sayuran di Pasar Lokbin Muria, Jakarta Selatan mengeluhkan harga sayuran yang kian mahal. Mereka juga tidak tahu persis penyebab dari fenomena ini.

Salah seorang pedagang sayuran, Ari menjelaskan bahwa sejak Lebaran harga pangan naik turun, bahkan beberapa di antaranya bertambah mahal.

"Saya kira awalnya dulu itu karena sewaktu Lebaran yang dagang belum pada pulang, ternyata justru makin ke sini malah makin banyak yang naik," ujar Ari kepada detikcom, Minggu (29/5/2022).

Ari menambahkan harga cabai dan bawang merah masih sangat tinggi. Harga cabai merah keriting Rp 60.000 per kilogram (kg) dan bawang merah Rp 50.000 per kg.

"Ini nih yang paling mahal. Cabai merah besar, sekarang di harga Rp 70.000. Biasanya hanya Rp 40.000," ujar dia.

Tidak hanya cabai dan bawang merah, sayuran seperti sawi, kangkung, kacang panjang, buncis, dan pare juga naik 30%.

"Semuanya ini lagi mahal. Sawi hijau ini yang biasanya Rp 10.000 sekarang saya jual Rp 20.000, dua kali lipatnya malah," tutur dia.

Pedagang sayur lainnya di pasar yang sama, Sum juga mengeluhkan tingginya harga pangan. "Waktu itu saja saya sempat beli sampai Rp 65.000 cabai. Itu harga belinya loh, jualnya berapa. Sekarang sudah turun lagi kemudian naik lagi," ujar Sum.

Sum menambahkan bahwa dirinya juga mempertanyakan kenaikan harga ini kepada pasar induk dan para distributor tetapi belum mendapatkan jawaban.

"Itu saya sedang bertanya terus ini kok habis Lebaran malah tambah naik ini. Tapi belum dapat jawaban," tutur dia.

Harga telur ayam juga masih tinggi. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT