ADVERTISEMENT

Pemerintah Masih 'Ngegas' Bikin RI Jadi Poros Maritim, Pakai Jurus Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2022 21:30 WIB
Helikopter militer Eurocopter AS565 Panther skadron udara 400/anti kapal selam TNI Angkatan Laut mendarat di atas kapal KRI I Gusti Ngurah Rai.
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Jakarta -

Pemerintah akan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dengan luas laut sama dengan dua pertiga dari luas wilayah negara.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Djoko Sasono mengungkapkan Indonesia berperan strategis karena terletak di salah satu jalur pelayaran internasional terpenting yang menghubungkan negara-negara Asia dengan wilayah utama di seluruh dunia.

"Indonesia juga bersama-sama dengan Littoral States menjaga keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka dan Singapura," katanya dalam siaran pers, Rabu (1/6/2022).

Djoko mengatakan untuk mewujudkan visi maritim Indonesia, kompetensi dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang maritim sangat penting.

"Sumber daya manusia yang kompeten dan mumpuni tidak akan terwujud tanpa adanya lembaga pendidikan dan pelatihan yang unggul. Oleh karena itu, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan bidang Pelayaran berperan penting untuk menyediakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global yang memenuhi standar nasional dan internasional serta untuk memenuhi kebutuhan industri," jelasnya.

Ketua STIP Jakarta, Capt. Sudiono menyampaikan diselenggarakannya kuliah praktisi industri ini sebagai strategi BPSDM Perhubungan untuk memberikan wawasan internasional kepada para mahasiswa S2 Terapan dan Program Beasiswa Double Degree Kementerian Perhubungan serta para taruna mengenai kondisi industri maritim dan shipping di negara maju, sehingga nantinya dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi pelayaran di Indonesia.

"Kami berharap para mahasiswa Magister Terapan STIP Jakarta, mahasiswa Double Degree ITS dan Rotterdam University serta para taruna dapat menggali pengetahuan lebih dalam lagi tentang industri maritim dari negara maju, seperti Denmark dan lainnya serta perusahaan pelayaran internasional, dengan terlibat dan berkontribusi dalam diskusi ini," katanya.

Ambassador Lars Bo Larson memaparkan dukungan shipping terhadap perdagangan dunia dan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia juga mengatakan bahwa Denmark sebagai Maritime Nation telah menetapkan target terkait green transition untuk memerangi perubahan iklim salah satunya shipping yang netral karbon atau zero emission pada tahun 2050.

"Indonesia dapat berperan pada transisi energi global dalam presidensi G20 Indonesia 2022, antara lain mendorong mekanisme global, decarbonisation shipping, green maritime hub, penyediaan bahan bakar masa depan dan pelestarian alam termasuk perlindungan mangrove dan vulnerable area," katanya.



Simak Video "Sederet Inovasi BMKG Dukung Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT