ADVERTISEMENT

Persaingan Semakin Ketat, Koperasi Mesti Gimana?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2022 15:17 WIB
Menkop Teten Masduki
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Digitalisasi merupakan salah satu cara agar koperasi bisa kompetitif dan bisa bersaing. Hal itu sebagaimana dilakukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari.

Dalam rangkaian acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2021 KSP Nasari, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan apresiasi atas terlaksananya Expo Koperasi dan UMKM yang diikuti oleh 100 anggota binaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari yang tergabung dalam ekosistem market place Pasar Nadi (Nasari Digital).

"Digitalisasi seperti yang dilakukan oleh KSP Nasari melalui aplikasi Nadi inilah harus dipenuhi koperasi agar tetap kompetitif mampu bersaing dengan badan usaha lainnya," ungkap Teten dalam keterangannya, dikutip Rabu (1/6/2022).

Pemerintah juga terus mendorong profesionalitas koperasi melalui modernisasi dan penguatan keuangan serta usaha koperasi tanpa meninggalkan prinsip serta jati diri koperasi. Teten berharap akan semakin banyak koperasi modern yang mengelola kegiatan usaha dengan cara-cara baru, serta menerapkan tata kelola yang baik dan berdaya saing tinggi juga adaptif terhadap perubahan.

"Dalam usia ke 24 tahun, saya berharap KSP Nasari dapat terus mengembangkan usaha dan layanan serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan anggota, termasuk melalui optimalisasi aplikasi Nasari Digital (Nadi)," imbuh Teten.

Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean mengatakan, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama KSP Nasari dalam misi peningkatan kualitas pelayanan anggota, sekaligus perluasan akses pasar usaha. Hal itu juga diyakini akan mengubah pandangan negatif koperasi yang selama ini selalu dianggap ketinggalan zaman.

"Dengan fitur keuangan seperti, e-money, pengajuan pinjaman, simpanan, dan juga marketplace sebagai wadah berjualan bagi pelaku UMKM menjadikan Nadi sebagai super apps koperasi pertama di Indonesia yang membawa KSP Nasari kompetitif dengan badan usaha lainnya," ujar Frans Meroga.



Simak Video "Satu Demi Satu Aliran Duit Puluhan Miliar Donasi ACT Dikuak Polri"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT