ADVERTISEMENT

Investasi ke Orang Dekat Jangan Sembarangan Juga, Begini Amannya

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 06 Jun 2022 21:15 WIB
Ilustrasi investasi atau reksa dana
Foto: Getty Images/iStockphoto/Zephyr18
Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari salah satu public figur tanah air, Buluk eks Superglad. Dia diduga melakukan penipuan berkedok investasi hingga membawa kabur uang sekitar Rp 2,4 miliar milik 13 korbannya.

Menariknya 13 korban tersebut rata-rata merupakan orang dekat dari Buluk. Mereka pun kini tidak mengetahui keberadaannya yang menghilang bak ditelan bumi.

Kasus ini menyadarkan kita bahwa betapa krusialnya hal-hal yang menyangkut transaksi uang terutama bila uang tersebut dalam jumlah besar. Jangankan figur terkenal, orang yang paling dekat dengan kita pun bisa saja membuat kita mengalami kerugian hingga kehilangan uang.

Seperti halnya dengan aktivitas pinjam-meminjam uang. Kegiatan ini tak jarang menimbulkan dilema bagi orang-orang yang memberikan pinjaman, sekalipun pinjaman itu diberikan kepada orang terdekat bahkan keluarga. Jangan sampai kasus pinjam-meminjam ini berujung pada pihak yang berwajib seperti kasus Buluk.

Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad berpendapat bahwa menurutnya memang agak sulit menghadapi kondisi ini terutama apabila yang meminjam ialah orang terdekat kita.

"Kalau meminjamkannya sedikit misalnya Rp 100 ribu mungkin bisa diikhlaskan. Tapi kembali lagi ya kalau di ajaran Islam kan pinjam uang yang baik itu tertulis dan ada saksi. Ya bisa kita Ikuti saja," ujar Tejasari.

Tejasari menambahkan kalau metode itu bisa dilakukan terutama pada jumlah uang yang tidak mau kita hibahkan dan dirasa jumlahnya besar bagi kita.

"Bisa hitam di atas putih, dituliskan jumlahnya sekian, dikembalikan kapan, saksinya siapa dan lain-lain. Kalau jumlahnya di atas Rp 200 juta bisa melalui notaris," tambahnya.

Sedikit berbeda dengan Tejasari, perencana keuangan Andy Nugroho menggambarkan fenomena tersebut sebagai sebuah misteri yang masih belum dapat ia temukan solusinya.

"Kadang orang yang ngutang lebih galak daripada kita. Saya suka becanda gini jangan heran depkolektor kasar pada orang yang ditagih, karena kalau dibaikin yang ada ngelunjak. Yang ada debt collector-nya yang digalakin balik," ujar Andy.

Lanjut di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT