ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Colek Pemda Mesti Punya 'Menteri Keuangan'

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2022 21:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Rapat itu membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022
Foto: Rengga Sancaya: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pemerintah daerah (pemda) mampu menjaga Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah alias APBD. Secara khusus, Sri Mulyani meminta pemda mampu mengelola keuangannya secara mandiri.

Terutama jika nanti dalam kondisi transfer anggaran ke daerah dipangkas.

"Kita minta pemerintah daerah itu lebih mampu jaga stabilitasasi APBD, kayaknya pemerintah daerah kalau transfer ke daerah lagi shock (berkurang) dari pemerintah pusat itu ya mereka itu diam aja. Dalam artian 'saya nggak bisa kurangi shock'," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Selasa (7/6/2022).

"Kalau APBD itu setiap kali DBH-nya dikurangi, DAK-nya dikutik-kutik dikit mereka nggak bisa ngapa-ngapain gitu nggak bergerak," sambungnya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mencari 'Menteri Keuangan' yang mumpuni untuk mengelola keuangan daerahnya. Misal dana dari pusat berkurang, seharusnya pemerintah daerah bisa bergerak mencari pembiayaan kreatif.

"Daerah butuh 'menteri keuangan' yang baik juga. Kalau shock saya lakukan financing, kan di UU HKPD ada untuk pemanfaatan creative financing, ada integrated funding," tutur mantan pejabat Bank Dunia itu.

Pun sebaliknya bila dana dari pusat digelontorkan lebih banyak, jangan sampai ada yang mandek di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

"Jadi daerah itu nggak selalu pusat gelontorin sedikit lebih banyak duitnya ngendon di BPD, atau kalau di Kanwil mereka langsung lumpuh. Mereka harus stabilisasi antar pos," kata Sri Mulyani.

Di akhir, Sri Mulyani menekankan agar pemerintah daerah mulai melakukan peningkatan kapasitas pengelolaan keuangannya.

"Jadi ini sangat perlu ditingkatkan kapasitas pengelolaan keuangan daerah," pungkas Sri Mulyani.

(hal/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT