ADVERTISEMENT

Bank Syariah dan Konvensional, Pilih Mana?

Edward F. Kusuma - detikFinance
Senin, 20 Jun 2022 16:38 WIB
Jakarta -

Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia Adiawarman A. Karim membeberkan persamaan bank konvesional dan syariah. Kesamaannya terdapat pada dua sistem bank yakni resiko dan regulasi sesuai aturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

"Ya kalau dari segi resiko sama dengan bank kovensional, tapi bedanya kita syariah, ada samanya ada bedanya itu jawaban paling tepat. Sama karena sama-sama diatur oleh OJK berarti aturan aturan yang di OJK berlaku juga di bank Syariah, tapi bedanya karena ini syariah tentu dia berbeda dengan bank konvesional," ujar Adiawarman dalam acara d'Mentor detikcom, Kamis (16/6/2022)

Adiawarman mengatakan jangan dilihat dari aset-aset yang dimiliki Bank Syariah. Tetapi dilihat dari nilai manfaatnya di masyarakat.

"Apa manfaat yang bisa dimanfaatkan BSI kepada masyarakat, nah ini tantangan kita pertama kita membuat agar syariah ini bisa kompetitif layanan dan harganya dengan bank konvensional, yang kedua kita ingin juga bukan sekedar harga dan layanan yang keren, tapi lebih dari itu kita ingin bank syariah membawa kesadaran masyarakat bahwa keterlibatan mereka di bank syariah itu membawa berbagai kemanfaatan zakat, dana yang disimpan di kita itu ada kena zakat, zakat itu sudah jadi mesjid berapa biji sekarang, bener enggak," ujarnya.

Lebih lanjut, Adiawarman menambahkan tujuan dari Bank Syariah di masyarakat, tidak hanya jadi sekedar sistem perbankan di dunia. Tetapi bank syariah juga jadi sistem perbankan di akhirat nanti.

"Ini kita mau kasih tahu ke masyarakat juga, kalau sama kita, bukan aja jadi nasabah bank tetapi ente juga ikut bangun mesjid, bangun panti jompo bangun rumah sakit dan lain-lain juga, dari dana zakat yang terkumpul. kita adalah bank dengan pembayaran zakat terbesar di Indonesia,"

Terakhir, Adiawarman mengatakan manfaat yang ingin dikenalkan bank syariah, untuk membuat orang tidak khawatir berbisnis dengan sistem permodalan syariah. Karena tidak sekedar diberi pinjaman, tetapi juga dituntun jadi muslim-preneur.

"Kita ingin membuat orang yang khawatir berbisnis menjadi nyaman berbisnis karena kita kasih tahu tata cara atau tahapan tahapan untuk berbisnis seperti mas Doa tanya, orang kalau enggak dibimbing jadi pebisnis, gimana dia mau jadi pebisnis yang besar, ya enggak? tiga hal ini insya Allah bisa membuat manfaat buat kita semua," ungkapnya.

Saksikan juga video lengkap d'Mentor: Belajar Bisnis Syariah

[Gambas:Video 20detik]




(edo/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT