ADVERTISEMENT

RI dan Korsel Teken Perjanjian Dagang, Ekspor Bisa Makin Ngegas

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 21 Jun 2022 11:20 WIB
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga saat berdiskusi dengan perwakilan Pengusaha Senior Hariara Tambunan di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (9/12/2021). Dalam pertemuan ini pemerintah optimistis di Tahun 2022 mendatang ekonomi Indonesia akan bangkit dan para pengusaha juga diminta untuk tetap optimis untuk menjalankan usahanya.
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga/Foto: dok. Kemendag
Jakarta -

Kementerian Perdagangan sudah menyelesaikan 25 perjanjian dagang di seluruh dunia yang mewakili lima benua. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan ini mencerminkan Indonesia adalah negara besar yang berdaulat yang diakui dalam kancah perdagangan global.

Salah satunya adalah dengan perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang disebut memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia.

Jerry menyebutkan dengan IK-CEPA ini maka eksportir dari Indonesia akan lebih mudah ketika ingin melakukan ekspor. Pasalnya ada 11.687 barang yang dieliminasi oleh Korea Selatan, dan Indonesia mengeliminasi 9.954 barang.

"Keuntungannya banyak sekali, ada pos tarif yang dieliminasi oleh Korea Selatan sekitar 11 ribu dihilangkan alias nol. Ini membuat efisien dan memberikan manfaat untuk eksportir kita," kata dia dalam Sosialisasi Hasil Perundingan Perdagangan Internasional IK CEPA, Selasa (21/6/2022).

Dia menyebutkan hal ini bisa membuat neraca dagang RI surplus karena perdagangan ke luar negeri semakin mudah untuk dicapai oleh para pelaku usaha nasional. Jerry menyebut per Desember 2021 neraca dagang RI mencatatkan surplus dengan rekor US$ 35,34 miliar, tertinggi selama 15 tahun terakhir.

Oleh karena itu dibutuhkan strategi untuk menggenjot perdagangan antara kedua negara. "Ini momen yang tepat untuk mempromosikan produk Indonesia dan menunjukkan ekspor Indonesia yang berkualitas dan konsisten untuk diekspor," jelasnya.

Secara detail, IK-CEPA akan mengintegrasikan pasar yang besar di Korsel dan Indonesia. IK-CEPA juga akan menjadi elemen penguat ekspor Indonesia di kawasan Asia selain pola kerja sama lain seperti Regional Economic Partnership Agreement (RCEP) yang juga baru saja ditandatangani sebelumnya.

"Pasar Asia terus tumbuh dan akan menjadi kontributor utama ekonomi dunia. Ini yang harus dimanfaatkan. Indonesia harus jadi pelaku penting dalam mata rantai produksi global serta mengambil peran yang besar dalam integrasi Asia," ucap Jerry.

Jerry menyebut pemerintah akan berkomitmen untuk mendukung terciptanya ekonomi yang terbuka, adil dan inklusif baik di level bilateral, regional maupun global. Hal itu didorong oleh kemanfaatannya dalam membangkitkan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT