ADVERTISEMENT

Terinspirasi Bisnis dari CT 'Si Anak Singkong', Pria Ini Punya 290 Gerai Martabak

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 21 Jun 2022 17:20 WIB
Hari ini bank digital besutan CT Corp Allo Bank resmi meluncur. Chairul Tanjung mengungkapkan hari rilis Allo Bank bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
Foto: Rafida Fauzia
Jakarta -

Siapa yang tidak mengenal sosok Chairul Tanjung (CT)? Kisah suksesnya telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Hal itu juga yang dirasakan oleh Bhima Chandra Indraswara, seorang pebisnis asal Magelang.

Bhima Chandra dikenal sebagai founder dari Martabak Manis Pandawa, yang outletnya sudah banyak tersebar di seluruh Indonesia. Dirinya mengaku mendapatkan inspirasi setelah membaca buku 'Chairul Tanjung Si Anak Singkong' yang disusun oleh Tjahja Gunawan Diredja.

"Iya betul, waktu itu saya baca buku Si Anak Singkong itu di tahun 2016 kalau nggak salah. Di tahun 2017nya saya buka usaha. Alasan saya baca buku itu, karena basic saya suka jualan juga. Saya buat bisnis itu saya pengin jadi pengusaha. Tapi saya juga belum ada gambaran waktu itu. Akhirnya saya baca-baca buku Anak Singkong, saya sangat terinspirasi dari semangatnya Pak CT," ungkap Bhima saat dihubungi detikcom, Selasa (21/6/2022).

Pria kelahiran Salatiga, 24 Juni di 1991 itu menjelaskan bahwa, CT adalah role modelnya. Tidak hanya dari segi bisnis jadi pengusaha tapi juga dalam keluarga.

"Pak CT adalah role model saya. Pertama, dia adalah seorang bapak yang bijak banget untuk keluarganya. Dia menjadi kebanggaan keluarganya lah. Kedua, dia menjadi father of bisnis dari semua karyawannya dan lini bisnisnya. Nah, dari situ karena saya juga punya beberapa bisnis, saya juga mau jadi role model," ungkapnya.

Bhima mengatakan, dulunya ia adalah seorang sales bank yang memiliki sampingan bisnis. Namun, di tahun 2021 ia mantap untuk resign dan memilih fokus membangun bisnisnya itu.

"Jadi waktu itu saya masih kerja, awalnya saya Sales Bank di Magelang, sembari menjadi karyawan bank saya juga berbisnis. Saya resign jadi karyawan bank di tahun 2021 lalu. Sejak saat itu. saya fokus mengembangkan usaha saya," katanya.

Bhima menerangkan, bahwa sosok CT telah memberi banyak pelajaran baginya. Salah satunya adalah dengan membangun relasi dengan para orang besar melalui teknik direct to the top.

"Saya mau gimana saya bisa membesarkan hal yang terlihat kecil. Kalau saya ringkas dari buku itu, pertama saya kan hanya bisa jualan gerobak tapi mitra-mitra saya itu Komisaris Bank, Direktur BUMN, teman-teman DPRD. Orang-orang besar pun bisa saya ambil. Sama dengan kalau pas waktu itu Pak CT, langsung direct to the top. Nah, itu sama sampai sekarang saya punya mitra-mitra komisaris besar-besar. Yang waktu saya kerja di perbankan saya nggak bisa sentuh, tapi itu dengan saya berbisnis saya juga mau bermitra dengan banyak orang gitu," jelasnya.

Bhima menceritakan bagian yang paling favorit dari buku Si Anak Singkong itu adalah, tentang bagaimana CT mengakuisisi Trans7 dan beberapa bisnis lainnya.

Dok IstimewaDok Istimewa Foto: Dok Istimewa

"Yang pas beliau (CT) mengakuisisi Trans 7 dan beberapa bisnis lainnya. Semangat CT itu, lintas generasi yang membuat semangat. Sama halnya dengan saya yang pernah mengakuisisi beberapa bisnis. Seperti napak tilas semangatnya pak CT yang membuat saya berpikir saya harus bisa besar nih," ujar Bhima.

Ternyata, hal itu juga yang sedang dijalankan sekarang. Menurutnya, hal yang kecil juga sebenarnya berpotensi bisa jadi besar, kalau kita serius menjalankannya.

"Di tahun 2015 saya jual audio mobil, cuma karena terkendala di modal besar, saya akhirnya lari ke bisnis martabak. Pas 2016, saya fokus develop untuk buat resep martabak manis ini. Saya trial and error development ini sekitar 8 bulan. Karena saya nggak mau buat resep martabak biasa-biasa aja. Saya buat resep sendiri, saya memahami fungsi masing-masing bahan. Reaksi kimia ini berjalan bagus, bisa seperti ini dan lain-lain. Ini saya lakukan berdua hanya dengan istri. Itu pertama saya nggak punya modal, ibaratnya saya sampai jual motor, gadaikan BPKB untuk modal, perhiasan istri saya tinggal cincin kawin aja," terang Bhima.

Di Mei 2017, Bhima berhasil membuka cabang pertama Martabak Manis Pandawa. Lalu, setelah tiga bulan balik modal, ia terus membuka cabang lagi hingga akhirnya bisa memiliki ratusan outlet yang tersebar di Tanah Air.

"Setelah beberapa bulan setelah itu, terus ada yang bilang mas ini saya franchise ya. Habis itu satu, dua outlet saya terima habis itu semuanya berjalan. Di tahun 2018 saya sudah punya 20 an outlet, 2019 saya sudah punya ratusan outlet. Pada boomnya itu di pandemi saya buka 200 outlet. Hingga saya sekarang memiliki 290 outlet aktif di seluruh Indonesia," katanya.

Bicara tentang omzet, Bhima pun menyebutkan gambaran omzet yang didapatnya saat awal mula merintis bisnis hingga kini.

"Dulu pertama satu bulan outlet pertama omzet Rp 1,3 juta. Terus sekarang sekarang tiap outletnya rata-rata di atas Rp 10 juta. Jadi, saya bisa dapat omzet Rp 3 miliar sekarang per bulan dari semua outlet saya. Omzet margin yang bisa masuk ke kantong saya sekitar Rp 150 juta per bulan, itu stabil segitu," ungkapnya.

Sembari mengembangkan bisnisnya, Bhima pun berharap dirinya bisa bertemu dengan sosok role model, yakni Chairul Tanjung.

"Kalau saya ketemu CT, yang pertama saya bakal ucapin terima kasih ke Pak CT, karena secara tidak langsung dia banyak mengajarkan saya tentang keluarga dan di bisnis. Saya banyak belajar bisnis bagaimana bisnis ini bisa bisnis seperti itu. Dengan semangat CT, itu bisa membuat saya mampu untuk bisa bergerak lebih," kata Bhima.

Detikers, kamu juga bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan CT lho! Cukup Download E-Book dan Download E-Book & Bertemu CT (klik di sini).

Untuk login pastikan kamu telah memiliki akun MPC atau sebagai nasabah dari Allo Bank. Login dengan masukan nomor telepon dan password akun MPC atau Allo Bank. Bagi yang ingin mengunduh e-book sekaligus mendaftar acara "Makan Malam dan Dialog Bersama Chairul Tanjung" wajib memiliki Allo Prime dan menjawab pertanyaan pada form pendaftaran.

Setelah menjawab pertanyaan, e-book sudah langsung bisa diunduh. Sedangkan, pengumuman orang yang berkesempatan makan malam bareng dengan CT akan diumumkan Senin, 25 Juli 2022.

Sebagai informasi, kesempatan makan malam dan ngobrol bareng CT hanya untuk 60 orang terpilih. Undangan hanya untuk satu orang dan tidak dapat dialihkan. Bagi 60 peserta terpilih pada tanggal 28 Juli 2022 wajib melakukan pendaftaran ulang di Lobby Gedung Transmedia Tendean, Jakarta Selatan pukul 16.00 WIB dan mengikuti seluruh rangkaian acara yang telah ditentukan. Jangan sampai kelewatan ya!



Simak Video "Tanda Syukur Ulang Tahun ke- 60, CT Bagikan E-Book dan Undang Makan Malam"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT