ADVERTISEMENT

Cerita Mul, Driver Pertama Gojek: Kantornya Bekas Garasi Mobil

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 09:49 WIB
Driver Gojek 001, Mulyono
Foto: Kholida Qothrunnada
Jakarta -

Ojek online (ojol) saat ini telah menghiasi berbagai sudut jalanan di setiap wilayah Indonesia. Kita tentu akan dengan mudah melihat para ojol di sekitar kita bukan? Atau bahkan, kamu juga termasuk penumpang ojol? Salah satunya adalah ojol besutan anak negeri pertama bernama Gojek.

Mulyono adalah driver pertama Gojek, dengan nomor registrasi Gojek 001. Pria kelahiran Sragen, 12 Mei 1969 itu, ternyata sebelumnya adalah seorang ojek pangkalan (opang). Sebelum gabung menjadi mitra Gojek, Ia juga sempat ragu. Namun, rasa penasaran yang ada membuat dirinya mencoba untuk mengenal lebih dalam tentang Gojek.

"Basic saya emang ojek pangkalan (opang), di seputaran Blok M. Tahun 2010, waktu itu saya dapat info bahwasanya ada ojek yang melalui call center. Nah, saya tertarik dapat info tersebut. Ada temen satu pangkalan ngasih informasi. Tuh kalau mau ngelamar, ada ojek kita dicariin orderan melalui call center. Teman, yuk daftar yuk. Teman-teman saya ajak daftar nggak ada yang respon," ujar Mul kepada detikcom, ditulis Rabu (22/6/2022).

Kemudian Mul pun mendatangi kantor Gojek yang saat itu berada di belakang pasar Mayestik, Kebayoran Baru. Namun, ia sempat ragu karena sesampainya di lokasi itu tidak melihat plang nama Gojek, sama sekali.

"Sempat ragu juga, ini serius kantor? Kantornya ya emang seluas pekarangan rumah saya. Bentuknya bekas garasi mobil, jadi kecil banget. Akhirnya, saya kepalang tanggung. Saya coba masuk, saya ketok pintunya. Saya tanya, bener ini kantor Gojek? Saya mau daftar jadi driver," kata Mul.

Mul mengatakan pada saat itu, syarat menjadi driver Gojek hanyalah dengan fotokopi KTP, dan SIM saja. Setelah mendaftar, baru lah seminggu kemudian dirinya dipanggil untuk training. Mul sendiri juga tidak tahu, bahwasanya dia pendaftar yang mendapat nomor registrasi Gojek 001.

"Kalau pendaftar awal iya, tapi kalau pendaftar pertama mungkin Gojek punya data ya. Karena 001 bukan saya mau, tapi Gojek yang ngasih ke saya nomor Gojek 001," katanya.

Sistem orderan yang masuk akan diinformasikan oleh call center Gojek. Lalu, jika pengemudi bersedia menerima orderan tersebut, beberapa saat kemudian pengemudi akan menerima SMS alamat penjemputan dan pengantaran.

"Kalau kita bilang 'bisa' ya udah, setelah kita bilang siap bisa ambil orderan beberapa saat satu menit kemudian, ada SMS masuk. SMS alamat penjemputan dan alamat pengantaran. Tapi, kala kita bilang ke call center "mohon maaf saya hari ini libur", ya udah call center akan menutup dengan "Terima kasih pak, kita carikan driver yang lain". Itu bahasa baku temen-teman di call center. Itu kaya gitu tahun 2010 sampai 2014 awal," ujar Mul.

Lihat juga video 'Ekosistem Gojek Membantu Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT