ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Ungkap Habis-habisan Hadapi COVID-19 Bikin Utang Bertambah

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 15:50 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita bahwa pemerintah telah habis-habisan menangani pandemi COVID-19. Banyak uang negara telah keluar untuk mengatasi dampak COVID-19 dari kesehatan sampai ekonomi.

"Ini baru dua tahun kita hadapi COVID, di mana negara sudah habis-habisan, menghadapi COVID tuh habis-habisan. Dua tahun bayangkan, pendapatan negara turun, belanja naik, kita harus defisitnya nambah berarti utang," kata Sri Mulyani dalam acara Peresmian SDG's Desa Center di Kampus PKN STAN, Rabu (22/6/2022).

SDG's atau Sustainable Development Goals adalah tujuan pembangunan berkelanjutan yang merupakan salah satu agenda Internasional untuk menyejahterakan masyarakat dunia. Program yang memiliki 17 tujuan untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan perubahan iklim ini diharapkan dapat dicapai pada 2030.

Sri Mulyani menyebut kehadiran SDG's mampu menurunkan tingkat kemiskinan dunia sangat besar yang disumbangkan dari China, India, Indonesia, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika. Ambisi baru SDG's yang diluncurkan pada 2010 diharapkan mampu memenuhi kebutuhan populasi manusia yang jumlahnya akan menuju 9 miliar.

"Dia harus tidak miskin, tidak lapar, memiliki kesehatan yang baik, mendapatkan akses pendidikan, menghormati kesamaan gender, akses terhadap air bersih, akses terhadap listrik dan energi secara affordable, dia memiliki industri yang makin inovatif, makin equal, dan dunia walaupun harus menampung manusia menuju 9 miliar tetap sustain dan kita semua menjadi manusia yang responsible dalam berkonsumsi," tuturnya.

Sri Mulyani menyebut tantangan mencapai SDG's akan semakin sulit karena ada konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Dalam menghadapi tantangan tersebut di Indonesia, pihaknya menyebut akan menggunakan semua instrumen kebijakan regulasi termasuk bantuan APBN untuk melindungi Indonesia dari berbagai guncangan.

Bantuan APBN tersebut diutamakan untuk memajukan desa menghadapi kemiskinan, ketimpangan, kesejahteraan, dan keadilan agar mereka juga dapat mencapai SDGs. Sri Mulyani mengaku senang dengan diresmikannya SDG's Desa Center karena desa-desa sekarang sudah terdapat data untuk menjadi basis membuat kebijakan musyawarah desa.

"Tadi kita juga amaze bawa dikatakan di desa sudah menggunakan data yang kemudian dibaca oleh artificial intelligence (AI). Desa-desa di Indonesia masih ada 20.000 yang connection internetnya masih perlu diperbaiki, maka kita membangun untuk itu," imbuhnya.

Simak juga video 'Sri Mulyani Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,9%, Inflasi Maksimal 4%':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT