ADVERTISEMENT

Tips Investasi Emas Biar Tetap Cuan Meski Ada Perang dan Suku Bunga AS Naik

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 26 Jun 2022 09:00 WIB
Harga emas terus merangkak naik. Hari ini, harga emas Antam bahkan tembus Rp 1 juta. Pergerakan harga emas ini pun diperkirakan masih akan mengalami kenaikan.
Foto: Grandyos Zafna

Pertama-tama pastikan membeli emas di pihak yang terpercaya. Di Indonesia, BUMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam) adalah salah salah satu perusahaan penyedia emas batangan terbaik, yang kualitas serta keamanannya terjamin saat membeli.

Kedua, tentukan tujuan investasi. Emas kerap dijadikan sebagai instrumen investasi jangka panjang dan dijadikan dana pensiun, dana pendidikan anak, liburan, biaya haji, atau tujuan keuangan lainnya dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan, hingga dana darurat. Setelah mengetahui tujuan investasi, dapat mulai masuk ke tahap perencanaan keuangan sehingga dapat menyesuaikan alokasi gaji dengan dana investasi setiap bulannya.

Ketiga pahami kadar, karat, dan juga perkembangan harga emas. Kadar karat adalah ukuran tingkat kemurnian emas. Logam mulia atau emas batangan memiliki tingkat kemurnian 99,9% karena tidak ada campuran jenis logam lainnya seperti perak, platinum, dan logam lainnya. Pada produk Antam, ada cap khas yang menunjukkan logo perusahaan dan tingkat kemurniannya.

Setelah paham hal tersebut, mulai perhatikan perkembangan harga emas Antam. Emas tidak pernah mengalami penurunan nilai secara signifikan dan justru naik secara jangka panjang. Momentum saat harga turun menjadi waktu yang tepat untuk membeli emas. Lalu, dapat menjualnya di saat harga logam mulia mulai naik atau saat ada kebutuhan khusus lainnya.

Keempat adalah rutin dalam berinvestasi. Dalam investasi apapun rutin atau konsisten menjadi hal penting. Alokasikan misalnya setiap bulan atau tiga bulanan dari sebagian penghasilan untuk berinvestasi sehingga bisa memperoleh imbal hasil atau keuntungan yang optimal di masa depan karena aset ini mampu bertahan di tengah inflasi atau kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil.

Kelima simpan di tempat yang baik dan benar agar tidak rusak. Umumnya, investor menyimpan aset berharganya Safe Deposit Box (SDB) di bank atau di dalam brankas di rumah. Namun, harus menanggung biaya tambahan untuk menyimpannya di SDB. Di samping itu, penyimpanan di rumah juga dapat berisiko pencurian.



Simak Video "Era Omicron Tiba, Saatnya Invest Emas Lagi ?"
[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT