ADVERTISEMENT

Makin Banyak Perusahaan AS Biayai Perjalanan Karyawan buat Aborsi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 10:24 WIB
Roe vs Wade: Hak aborsi di AS, mengapa terus-menerus memicu pro dan kontra?
Sejumlah Demonstran yang Menolak Ketentuan Aborsi di AS. Foto: BBC World
Jakarta -

Sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat (AS) menyatakan jika mereka akan menanggung biaya perjalanan bagi karyawan yang meninggalkan negara bagian asal mereka untuk aborsi. Hal itu sebagai antisipasi keputusan Mahkamah Agung AS pada hari Jumat yang membatalkan keputusan penting tahun 1973 yang dikenal dengan Roe vs Wade yang telah melegalkan aborsi secara nasional.

Dikutip dari Reuters, Senin (27/6/2022), Amazon.com Inc, Apple Inc, Lyft Inc, Microsoft Corp dan JPMorgan Chase & Co adalah beberapa perusahaan yang mengumumkan rencana untuk memberikan manfaat tersebut melalui asuransi kesehatan.

Sejam sejak keputusan dikeluarkan, kepala eksekutif Conde Nast, Roger Lynch mengirim memo kepada staf di mana ia mengumumkan kebijakan penggantian biaya perjalanan dan menyebut keputusan itu sebagai pukulan telak bagi hak-hak reproduksi.

Walt Disney Co mengungkapkan kebijakan serupa pada hari Jumat. Perusahaan memberi tahu karyawan bahwa keputusan itu memberi dampak. Tapi, perusahaan tetap berkomitmen menyediakan akses ke perawatan kesehatan berkualitas.

Perusahaan lain Cigna Corp, Paypal Holdings Inc, Alaska Airlines Inc dan Dick's Sporting Goods Inc juga mengumumkan kebijakan penggantian biaya pada hari Jumat.

Pembatasan aborsi di 13 negara bagian mulai berlaku sebagai sejak keputusan hukum itu disahkan pada hari Jumat kemarin. Setidaknya selusin negara bagian lain yang dipimpin Partai Republik diperkirakan akan melarang aborsi.

Keputusan pengadilan yang didorong oleh mayoritas konservatif, menegakkan hukum Mississippi yang melarang aborsi setelah 15 minggu. Sementara itu, beberapa negara bagian yang dipimpin Demokrat bergerak untuk meningkatkan akses aborsi.

Perusahaan akan mengantisipasi perubahan undang-undang negara bagian itu dan kemungkinan akan menarik kemarahan kelompok anti aborsi dan negara yang dipimpin Partai Republik, jika mereka mengadopsi kebijakan yang mendukung karyawan melakukan aborsi.

Anggota parlemen negara bagian di Texas telah mengancam Citigroup Inc dan Lyft yang sebelumnya telah mengumumkan kebijakan penggantian biaya perjalanan dengan akibat hukum. Sekelompok anggota parlemen Republik dalam sebuah surat bulan lalu kepada kepala eksekutif Lyft Logan Green mengatakan, Texas akan mengambil tindakan cepat dan tegas jika perusahaan ride-hailing ini menerapkan kebijakan tersebut.



Simak Video "Reaksi Selebriti Usai Mahkamah Agung AS Batalkan Aturan Legal Aborsi"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT