ADVERTISEMENT

Ini Dia, Kunci Utama Bisnis Kurma

Edward F. Kusuma - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 19:14 WIB
Jakarta -

Bisnis ekspor-impor, selain menjaga profesionalitas juga harus mengedepankan kepercayaan antar pelaku dagang. Nilai-nilai syariah ini perlu diperjuangkan agar usaha terus berjalan dan tidak merugikan salah satu pihak. Hal ini disampaikan oleh Amran Hamdani, founder Bandar Kurma Indonesia. Menurutnya, mencari rekan kerja yang memiliki visi dan misi sama tidaklah mudah.

"Cari rekan kerja itu sama seperti cari jodoh ya. Susah-susah gampang. Kita harus mencari dulu kan dari hulu ke hilir partner kita. Mulai dari petaninya, harus yang kompeten dan bisa dipercaya," ujar Amran dalam program d'Mentor Kamis (23/6).

Rasa saling percaya, menurut Amran, tidak bisa langsung terjadi begitu saja. Budaya serta Bahasa yang berbeda memungkinkan seseorang perlu menjajaki perlahan-lahan para calon koleganya.

"Ya kita awalnya nggak bisa langsung beli banyak. Pertama satu container dulu. Terus dari situ kita pastikan dulu DP-nya berapa, pembayarannya bagaimana, terus bagaimana cara bermuamalah (berinteraksi) dengan dia. Lagi-lagi cocok atau tidak, enak atau tidak, itu sangat penting untuk berinteraksi dalam bisnis ini," jelasnya.

Bukan hanya berhati-hati dalam menjaga relasi dengan rekan kerja di luar negeri, Amran menyebutkan bahwa menjaga jaringan di dalam negeri juga wajib hukumnya. Ia mengungkapkan, semua level pembeli baik dari pembeli partai besar maupun retail juga perlu diperhatikan. Caranya, Amran tidak akan memainkan harga dan stok barang. Tujuannya tidaklain adalah menjaga kesejahteraan para penjual kurma.

"Mulai dari pembelian jumlah besar, partai, hingga retail dan satuan itu kita pegang semua. Tentunya dengan leveling harga yang berbeda. Tidak mungkin saya akan menjual harga importir ke retail, nanti rusak semua (harganya)," tutup Amran.

Saksikan video lengkap d'Mentor: Bisnis Manis Buah Kurma

[Gambas:Video 20detik]



(vys/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT