ADVERTISEMENT

Pemerintah Inggris Resmi Jadi Pemegang Saham Startup 'Pesta Seks'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 09:05 WIB
Dunia malam identik dengan pesta sex bebas dan minuman keras. detikfoto/Hasan Alhabshy
Ilustrasi Pesta Seks. Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Pemerintah Inggris resmi menjadi pemegang saham pada sebuah startup yang menggelar pesta seks. Pinjaman yang diberikan kepada Killing Kiitens untuk membantu dalam melewati pandemi telah diubah menjadi saham.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (29/6/2022), hal tersebut dikonfirmasi British Business Bank. Killing Kittens mendapatkan investasi pada tahun 2020 dari Future Fund pemerintah Inggris untuk membantu startup tersebut bertahan dari pandemi.

Perusahaan ini didirikan oleh Emma Sayle pada tahun 2005 di mana perusahaan ini menyelenggarakan pesta khusus untuk para member-nya. Selama pandemi, terjadi peningkatan sampai 330% yang mengakses situs perusahaan. Perusahaan kini menyebut dirinya sebagai jejaring dewasa yang tumbuh paling cepat.

Pandemi telah memaksa perusahaan untuk memindahkan semua acara secara online. Hal itu mempercepat rencana untuk memasuki industri teknologi seks.

Killing Kittens kini memiliki aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk bertemu satu sama lain untuk kencan biasa, persahabatan, hingga hubungan jangka panjang.

Pemerintah Inggris melalui Future Fund sebelumnya memberikan pinjaman kepada perusahaan sebesar £170.000 (US$221.780). Program, yang didanai dari pendapatan pajak, biasanya memberikan pembiayaan utang antara £125.000 (US$153.000) dan £5 juta (US$6,1 juta) kepada perusahaan.

Pemerintah telah mengambil saham di banyak perusahaan lain melalui dana tersebut. Pada bulan Maret ini, 337 pinjaman yang telah diberikan kepada perusahaan di seluruh negeri juga berubah menjadi ekuitas setelah perusahaan tersebut mengumpulkan dana lebih lanjut.

"Aplikasi yang memenuhi semua kriteria kelayakan menerima investasi," kata juru bicara British Business Bank saat ditanya tentang investasi Killing Kittens.

"Future Fund menggunakan seperangkat persyaratan standar dengan kriteria kelayakan yang dipublikasikan," tambahnya.



Simak Video "Hikmah di Tengah Badai PHK Startup Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT