Amrapali Gan CEO OnlyFans, Buka Peluang Cuan lewat Konten Porno

ADVERTISEMENT

Amrapali Gan CEO OnlyFans, Buka Peluang Cuan lewat Konten Porno

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 07:00 WIB
Amrapali “Ami” Gan , CEO, OnlyFans
Foto: Amrapali Gan (Istimewa/OnlyFans/Hand-out)
Jakarta -

Amrapali Gan adalah sosok CEO baru dari layanan situs dewasa OnlyFans, pada 21 Desember 2021 lalu. Ia menggantikan posisi sang pendiri OnlyFans, Tim Stokely yang mengundurkan diri.

OnlyFans didirikan Stokely pada tahun 2016. Sejak saat itu, pelayanan berfokus pada pembuat konten paling terkenal karena mengizinkan pekerja seks dan pembuat konten dewasa lainnya. OnlyFans adalah perusahaan yang berbasis di London, Inggris. OnlyFans awalnya mendapat perhatian setelah pekerja seks, mulai menggunakan situs ini selama pandemi COVID-19 dari musim semi dan musim panas 2020. Kemudian platform berbasis langganan ini, mampu membuat artis, penghibur, pekerja seks, dan lainnya dapat memonetisasi akun mereka.

Amrapali atau "Ami" Gan lahir pada tahun 1985, di Mumbai India. Amrapali adalah eksekutif pemasaran Amerika kelahiran India. Peran baru Amrapali itu, turut menambahkan namanya ke daftar orang kelahiran India yang berhasil memimpin perusahaan global teratas, layaknya CEO Alphabet Sundar Pichai, hingga CEO Twitter Parag Agrawal. Gan telah menempuh pendidikannya di California, Amerika Serikat (AS), di mana ia saat ini masih tinggal.

Dikutip dari laman India Today, Senin (20/6/2022), menariknya, Ia memiliki 3 gelar latar belakang pendidikan. Dia memperoleh gelar Associate of Arts di Merchandise Marketing dari Fashion Institute of Design & Merchandising (FIDM). Setelah itu, dia mengejar gelar Bachelor of Arts di PR dan Komunikasi Organisasi dari California State University. Ami Gan juga memperoleh sertifikat kewirausahaan dari Harvard Business School Online. Ami Gan terdidik dan memiliki pengalaman berbicara lebih dari usianya.

Sebelum diangkat sebagai CEO OnlyFans, Ami Gan menjabat sebagai Chief Marketing and Communications Officer OnlyFans sejak tahun 2020. Sebelumnya, ia bekerja sebagai Vice President of Marketing & Publicity di Cannabis Cafe, restoran ganja pertama di AS, selama setahun. Dia juga sempat bekerja sebagai Direktur Komunikasi di Lowell Herb Co. Sebelumnya, ia juga sempat bekerja sebagai marketing di beberapa startup dari tahun 2008 hingga 2016.

Kekayaan bersih Amrapali Gan diperkirakan sekitar US$10 juta atau Rp 148 miliar (kurs Rp 14.800). Sementara gajinya sebagai CEO OnlyFans tidak diungkapkan. Namun, diperkirakan dia akan membawa pulang uang sebesar US$1 juta atau Rp 14 miliar per bulan. Demikian dikutip dari laman thesportsgrail.

Dalam sebuah pernyataan, Gan mengatakan dia akan berkomitmen untuk menjadikan OnlyFans sebagai "platform media sosial teraman di dunia." Dari dirinya, kita bisa belajar untuk selalu melihat dan membuka peluang bagi siapapun untuk mendapatkan uang.

"Saya berharap dapat terus bekerja sama dengan komunitas pembuat konten kami untuk membantu mereka memaksimalkan kontrol atas, dan monetisasi, konten mereka. Saya akan memimpin tim yang sangat berbakat di OnlyFans yang memberikan pengalaman unik bagi kreator dan penggemar kami," kata Gan, dikutip dari laman Hollywood Reporter, Senin (20/6/2022).

Inti dari visi Gan untuk OnlyFans adalah kata "pemberdayaan". Baginya, itu berarti memungkinkan pembuat konten untuk membagikan konten apapun yang ingin mereka bagikan dengan cara yang aman dan dapat dimonetisasi. Dia membingkai OnlyFans sebagai "sekutu" untuk RUU Keamanan Online, menganggap perusahaannya sebagai kebebasan berekspresi, dan menjadi bisnis yang sukses dapat hidup berdampingan.

Dalam pandangan Gan, kebijakan konten liberal yang menjadikan OnlyFans sebagai "platform paling inklusif". OnlyFans dikenal sebagai salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Eropa, dengan pendapatan tahun 2021 lebih dari US$ 300 juta atau Rp 4 triliun dan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 400%.

Gan mengatakan London adalah "pangkalan yang luar biasa" untuk ambisi OnlyFans. Gan berambisi untuk mengatakan bahwa OnlyFans harus dilihat sebagai "kisah sukses Inggris", dengan London memberi mereka "keuntungan luar biasa" untuk tidak terjebak di samping maraknya perusahaan teknologi lainnya.

Perusahaan juga telah mencapai tonggak sejarah besar, setelah membayar pajak perusahaan Inggris sebesar £100 juta hingga saat ini. Jadi, meskipun berjuang melawan kontroversi dan skandal, Gan dan OnlyFans tampaknya telah keluar di sisi lain, dan akan lebih kuat untuk tingkatkan bisnis layanan konten dewasa itu.

Lihat juga video 'Sederet Pengakuan Marshel Widianto soal Beli Video Dea OnlyFans':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT