ADVERTISEMENT

Langkah Sri Mulyani Tekan Utang Pemerintah Hingga Rp 216 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2022 21:15 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy

Total Utang Pemerintah

Dalam catatan detikcom, hingga akhir Mei 2022, Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah sebesar Rp 7.002 triliun. Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) 38,88%.

Dikutip dari buku APBN KiTa, secara nominal angka ini terjadi penurunan total outstanding dan rasio utang terhadap PDB dibandingkan realisasi April 2022.

"Rasio utang terhadap PDB dalam batas aman, wajar, serta terkendali diiringi dengan diversifikasi portofolio yang optimal," tulis Kementerian Keuangan dalam laporannya.

Disebutkan berdasarkan jenis, utang pemerintah didominasi oleh instrumen SBN yang mencapai 88,2% dari seluruh komposisi utang akhir Mei 2022. Sementara berdasarkan mata uang, utang pemerintah didominasi oleh mata uang domestik (rupiah), yaitu 70,68%.

Selain itu, kepemilikan SBN tradable oleh investor asing terus menurun sejak 2019 yang mencapai 38,57%, hingga akhir 2021 yang mencapai 19,05%, dan per 7 Juni 2022 mencapai 16,74%. Dalam buku APBN KiTa juga disebutkan saat ini komposisi utang pemerintah dikelola dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan kapasitas fiskal.

Hal ini dapat dilihat dari rata-rata jatuh tempo (average time to maturity) sepanjang 2022 masih terjaga di kisaran 8,7 tahun. Pengadaan utang pemerintah ditetapkan atas persetujuan DPR dalam UU APBN dan diawasi pelaksanaannya oleh BPK.


(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT